• Twitter
  • Facebook
  • Google+
  • LinkedIn
  • Flickr
  • Vimeo
  • YouTube
  • RSS
Please select your page
  • Slide
  • Slide
  • Slide
  • Slide

SMA ABBS : Bringing You to the Excellence

Mengembangkan seluruh potensi siswa secara optimal baik dalam bidang akademis dan non akademis. Membangun konsep diri sesuai dengan bakat dan minat siswa. Menerapkan prinsip active learning berbasis IT dan penerapan billingual. Mengintregasikan dan mewujudkan nilai agama dalam kehidupan siswa. Menjalin hubungan kemitraan dengan lembaga nasional dan internasional.



ABBS News

cache/resized/57fd95982497e234b32d209492889f47.jpg
Lagi-lagi aktivitas kami dua hari itu harus berakhir hingga larut malam. Setelah menikmati megahnya menara kembar Petronas, kami segera bergegas menuju tempat bermalam, Hotel Soleil Kuala Lumpur.  Keesokan harinya setelah sarapan, Kapten Aboy sudah bersiap membuka bagasi dan menata koper kami masing-masing ke dalam bagasi bus. Kunjungan ke Sekolah Menengah Kebangsaan Victoria Tujuan pertama kami hari ini ke Sekolah Menengah Victoria, sekolah kluster unggulan berasrama di Kuala Lumpur. Sekolah ini disebut sebagai sekolah tertua di Malaysia yang didirikan sekitar tahun 1829 oleh Pemerintah Kolonial Inggris. Terlihat bangunan dengan arsitektur kuno khas Eropa dengan menampilkan menara jam di gerbang pintu masuk sekolah tersebut sudah seperti yang kita duga usianya. Para almuni sekolah ini tersebar di seluruh tanah melayu sebagai orang-orang besar, termasuk Raja Brunai Darussalam saat ini, Sultan Hasah Bolkiah. Kedatangan kami disambut dengan ramah oleh seorang wanita paruh baya penjaga sekolah. Tidak jauh di sebelahnya berdiri seorang perempuan yang merupakan salah satu cikgu (guru) yang bernama Ms. Syahrinah. Beliau ditugaskan Cikgu Besar (Kepala Sekolah) sekolah tersebut untuk menyambut dan memberikan informasi tentang keadaan dan pengelolaan sekolah victoria ini kepada kami. Tentu rasa penasaran kami terhadap pengelolaan pendidikan unggul di Malaysia akan bisa terjawab. Kami memberondong Ms. Syahrinah dengan pertanyaan-pertanyaan tentang sistem kebijakan pendidikan, penjaminan mutu guru, jenjang karier guru, metode pembelajaran, peran orang tua, serta masalah dan program kesiswaan. Kurikulum Beliau menjelaskan, cikgu besar (kepala sekolah) mempunyai supreme policy untuk menentukan mau dibawa kemana tujuan pendidikan di sekolah ini dengan tetap berpedoman pada standar yang sudah digariskan oleh Kerajaan Malaysia. Dalam menyusun kurikulum, kegiatan kesiswaan maupun bahan ajar yang dipakai, cik gu besar menggunakan sistem bottom up dengan mengajak seluruh warga sekolah memberi masukan terkait dengan desain pendidikan yang diterapkan di sekolah. Penjaminan Mutu Guru Secara kepangkatan, Guru di Malaysia mempunyai jenjang karir yang lebih menjanjikan dibanding pegawai pemerintah di sektor lain. Untuk menjadi guru, mereka sudah terseleksi di tingkat universiti. Kemudian setelah resmi berprofesi di sekolah formal, kompetensi mereka terus dikontrol dan ditingkatkan. Untuk menunjang itu, pemerintah maupun sekolah memberikan kesempatan kepada guru untuk mengikuti kursus-kursus untuk memenuhi kompetensi standar sesuai dengan bidang ajar yang mereka ambil. Setelah selesai kursus, indikator peningkatan setiap guru ditentukan oleh beberapa indeks yang diisi oleh siswa, guru lain atau kepala sekolah sebagai sepervisor mereka. Kegiatan peningkatan kompetensi guru dilakukan baik secara formal atau non-formal, di dalam atau di luar kelas, terbimbing atau mandiri. Metode Pembelajaran Sekolah memberikan kewenangan kepada guru untuk menyelenggarakan pembelajaran dengan metode, media maupun pendekatan yang mereka desain. Akan tetapi, sekolah victoria ini memberi pagu pada pembelajaran berbasis digital, media interaktif, maupun active learning. Di sini, keberadaan laboratorium komputer tidak hanya untuk pembelajaran TIK saja tapi semua subjek harus dikemas dengan teknologi informasi dan komunikasi. Karena mereka tahu bahwa anak-anak yang mereka didik bukan generasi analog tapi generasi digital. Sejak mereka lahir sudah tercipta, mengenal dan menggunakan teknologi digital hingga saat ini sehingga guru-guru berkeyakinan bahwa menyelenggarakan kelas berbasis digital akan membuat murid lebih senang, mudah mengakses, dan efektif. Keasramaan Sebagai sekolah kluster kebangsaan, Sekolah Victoria termasuk sekolah unggulan di Malaysia. Konsep sekolah berasrama mereka terapkan sebagai proses pendidikan yang holistik atau menyeluruh. Kurikulum Asrama menekankan pada pendalaman dan pembiasaan soft skill seperti berkomunikasi, kerjasama, kolaborasi, kemandirian, dll serta pengembangan bakat dan minat dalam hal seni, olah raga, keagamaan, dll. Kegaiatan asrama dilakukan di luar jam sekolah dengan tetap terbimbing dan terkontrol oleh guru yang bertugas di sana. Masalah Kesiswaan Walaupun siswa yang masuk di sekolah ini sudah terseleksi secara ketat, pastinya masih juga bermunculan masalah-masalah siswa. Siswa yang bermasalah biasanya dihandel oleh counsellors, atau di Indonesia disebut guru BK. sebetulnya rasio perbandingan keadaan guru BK dengan jumlah siswa lebih baik di Indonesia. Standar di Indonesia, 150 siswa dibimbing oleh seorang guru BK. Dan di sekolah ini, 3 counsellors harus membimbing 900an siswa lebih. Selain dibina oleh counsellor, siswa bermasalah juga akan dibina homeroom teacher (wali kelas). Prosedur yang paling akhir atau disesuaikan dengan tingkatan masalah adalah dipanggil orang tua siswa yang bersangkutan, kalau perlu dikembalikan atau dikeluarkan dari sekolah. Output Kompetensi lulusan Sekolah Victoria salah satunya adalah mampu menembus perguruan tinggi favorit di dalam maupun luar negeri. Setiap alumni mempunyai kemampuan berkomunikasi dalam bahasa inggris, kepribadian yang baik dan skill abad 21 yaitu kemampuan komunikasi, kolaborasi, berpikir kritis, problem solving, kreatifitas, dan IT literacy. Preparing for going home. Sekolah Menengah Victoria adalah tujuan terakhir kami dalam kunjungan di Singapura dan Malaysia. Sebelum menuju ke Bandara Internasional Kuala Lumpur, sejenak kami bertandang ke rumah coklat Harriston di pusat kota untuk membeli buah tangan dan menghabiskan sisa-sisa pecahan Ringgit. Pukul 10.30 waktu Malaysia kami sudah tiba di bandara. Alhamdulillah, walaupun jadwal penerbangan sedikit delay kami tiba di tanah air dengan selamat.
cache/resized/ca25662a003933467a526628f089b166.jpg
Betapa besar niat kedua negara ini (Malaysia dan Singapura) membuat benteng perbatasan antar negara yang sangat ketat, canggih dan megah. Mungkin karena alasan keamanan negara maupun martabat bangsa di mata dunia. Paspor kami dicap di checkpoint Kantor Imigrasi, itu berarti hak kunjung kami sudah berakhir di Singapura. Situasi benar-benar cukup menegangkan karena setiap petugas memasan gestur sangar, dingin dan setiap kita bergerombol menunggu rombongan mereka langsung mendatangi dan mengusir kami. Tampak orang-orang berjalan cepat, berlari kecil bahkan berlari cepat sebelum masuk atau setelah keluar kantor imigrasi tersebut. Hampir tidak ada seorangpun berjalan dengan santai, sambil ngobrol apalagi membeli minuman atau makanan. Suasana serupa juga hampir kami rasakan di checkpoint imigrasi malaysia. Di hari kedua, tepatnya tanggal 1 Desember 2017 dini hari, kami tiba di hotel yang berada di tengah kota Negara Johor, Malaysia. Walau singkat, istirahat kami lumayan bisa menghimpun lagi tenaga yang sempat terkuras oleh jadwal padat di Singapura. Kali ini kami sudah tidak lagi bersama Mr. Ayub yang menemani kami seharian di Singapura. Sebagai gantinya, kami disambut seorang tour leader dari Malaysia, Cik Layla, yang akan mendampingi kami selama 2 hari kedepan di Malaysia. Long Trip to Selangor Tepat pukul 8 pagi kami langsung bertolak ke Negara Selangor via darat. Sebelumnya, Kami membayangkan perjalan ke Selangor menggunakan bus pasti sangat melelahkan dan membosankan karena harus menempuh jarak hampir 300 km via tol yang menghubungkan setiap negara bagian. Prasangka kami salah, tol yang kami lalui sangat lancar dan baik sehingga bus bisa berjalan dengan cepat tanpa ada hambatan. Sepanjang kanan dan kiri jalan tol tersebut, mata kami dimanjakan dengan hamparan hijau perkebunan kelapa sawit yang sangat luas sembari berhenti di rest area setiap 2 jam perjalanan. A glance of Malaysia's Education SystemYang berbeda dari perjalanan panjang ini adalah kami mendapatkan banyak informasi tentang pendidikan Malaysia dari Cik Layla yang nota bene dia juga concern pada dunia pendidikan usia dini di negaranya dan ditambah beberapa informasi dari ketua rombangan kami, Mr. Yanta, yang juga praktisi pendidikan di Indonesia. Sebelum bicara banyak tentang pendidikan, Cik Layla, memberikan introduction kepada kami tentang negara Malaysia; mulai dari sistem pemerintahan, keanekaragaman budaya, nasionalisme, tatanan masyarakat sampai pasang surut dunia pendidikan di negaranya. Dunia pendidikan di Malaysia juga selalu dinamis seperti halnya di Indonesia. Perubahan kurikulum dan kebijakan tambal sulam juga beberapa kali dilakukan. Hal itu tentu saja untuk menjawab kebutuhan masa depan akan daya saing global karena malaysia juga termasuk negara yang menjadi pasar utama dalam perdagangan bebas; CAFTA, AFTA, MEA, dll. Jenjang pendidikan di Malaysia tidak jauh berbeda dengan di Indonesia, mulai dari TK sampai perguruan tinggi. Hanya waktu tahun pelajaran di sana disesuaikan dengan berawal dan berakhirnya tahun masehi. Mereka memulai tahun pelajaran baru di awal Bulan Januari dan mengakhirinya di pertengahan Bulan Oktober. Bulan November - Desember adalah waktu cuti sekolah. Selain diisi dengan liburan, kebanyakan sekolah di sana menyelenggarakan semacam summer camp seperti halnya sekolah-sekolah di negara barat untuk mendekatkan anak-anak dengan dunia nyata dan melatih soft skill mereka. Jenjang pendidikan prasekolah atau 'tadika' menekankan pada penanaman karakter dan kecakapan hidup. Anak-anak TK di sana sama sekali tidak diajarkan materi calistung, karena hal itu bisa mempersempit ruang perkembangan afektif dan motorik siswa yang mulai tumbuh. Sekita usia 7 - 12 tahun, anak-anak di Malaysia wajib mengikuti pedidikan sekolah rendah (red: SD) selama 6 tahun. Di jenjang ini mata pelajaran berhitung dan membaca mulai diperkenalkan. kemudian pelajaran sejarah, Bahasa Melayu dan Inggris adalah mapel wajib yang harus dipelajari oleh setiap siswa, disamping beberapa pelajaran seperti sains, matematika, bahasa mandarin dll. Kerajaan Malaysia saat ini sangat concerned dalam perbaikan nilai kerohanian dan karakter siswa. Maka dalam Ujian Penilaian Sekolah Rendah (UPSR) atau kalau di Indonesia UN, diujikan materi kerohanian selain materi-materi wajib lainnya. Sekolah menengah di Malaysia terbagi dua; Sekolah menengah rendah (SMP) selama 3 tahun dan sekolah menengah tinggi (SMA) selama 2 tahun. Setelah selesai 2 tahun di SMA siswa boleh mengambil program pra-universiti atau vokasional. Di program pra-universiti, siswa harus mengikuti pelatihan bahasa inggris dan harus lulus ujian Tesol. Bagi yang vokasional akan mendapatkan materi keahlian untuk mendapatkan gelar diploma. Gelar tersebut sudah cukup untuk mendapatkan pekerjaan sesuai dengan keahlian mereka. Bagi yang melanjutkan pengajian tinggi (PT), pemerintah menyediakan banyak beasiswa dan loan (pinjaman) pendidikan tinggi dan bisa dicicil ketika sudah mendapat pekerjaan yang sesuai dengan bidangnya. Setelah lulus mereka mendapat Bachelor Degree, tahap berikutnya Master Degree dan Philosophy Doctor (Ph.D) untuk jenjang yang paling tinggi. Perbedaan yang paling prinsip dengan di Indonesia adalah masa SMA di sana ditempuh selama 2 tahun dan 1 satu tahun setelahnya adalah program persiapan masuk universitas atau program keahlian (vokasional). Welcome to Selangor Tidak terasa sepanjang perjalanan kami melalui tol tersebut sepertinya sudah mulai dekat dengan tujuan. Terlihat satu dua bangunan mulai muncul di tengah-tengah perkebunan sawit di sepanjang jalan. Gedung-gedung pencakar langit sudah menengok dari kejauhan. Dan itulah akhir dari perjalanan 5 jam dari Johor ke Selangor. At a glance, pemandangan Selangor tidak jauh berbeda dengan Jakarta. Tidak seperti di Singapura yang sangat jarang kita temui sepeda motor atau mobil tua berseliweran di jalan raya. Di sana kami temui motor dan mobil keluaran tahun 90an masih banyak dipakai. Perkampungan sederhana di pinggiran kota, hunian sempit di bantaran sungai, rumah petak khas melayu, bahkan beberapa kios yang sedikit memakan badan jalan mebuat kami tidak banyak membedakannya dengan Indonesia. NasionalismeSepanjang perjalanan di Negara Selangor, mata kami melihat keluar dari balik jendela bus. Beberapa hal yang membaut kami berdecak kagum adalah mobil nasional Malaysia, Proton, dengan berbagai tipe tampak lebih dominan daripada mobil-mobil impor lainnya. Bahkan, bendera Malaysia banyak terpasang di serambi-serambi rumah dan pertokoan meskipun bukan bulan kemerdekaan. Cik Layla menambahkan, Malaysia punya motto yang berbunyai Satu Malaysia yang mengobarkan semangat Malaysia menjadi satu kesatuan yang utuh dan visioner meskipun di sana terdapat banyak raja-raja kecil di masing-masing daerah. Semua sudah pada porsinya masing-masing dan masayarakat tahu bagaimana menempatkan raja-raja dan perdana menteri mereka sesuai dengan semestinya. Untuk memperkuat rasa nasionalisme dan wawasan kebangsaan, di sana banyak lagu-lagu patriotik yang harus dinyanyikan oleh setiap siswa dan warga Malaysia apapun ras mereka. Lagu patriotik tersebut terus digubah dan diaransemen ulang sesuai dengan perkembangan jenis musik seperti Pop Melayu, Dangdut, bahkan Rock sesuai dengan selera anak-anak muda. Batu CaveTibalah kami di destinasi berikutnya yaitu Batu Cave, sebuah tebing kapur yang merupakan pusat peribadatan umat Hindu di sana. Di depan kuil berdiri sebuah patung besar berwarna emas, Dewa Murugan, yang katanya sebagai patung terbesar di dunia. Untuk masuk ke dalam kuil-kuil gua kita harus menapaki ribuan anak tangga. Tapi kami tidak banyak memakan waktu di tempat ini, kami hanya sightseeing dari kejauhan sambil mengabadikan persinggahan ini. Menuju Genting HighlandsWaktu Malaysia sudah menunjukkan pukul 16.00, tapi matahari masih terasa menyengat. Selanjutnya adalah perjalan menuju destinasi yang kami tunggu-tunggu, Genting Highlands yang merupakan perbatasan Negara bagian Selangor dengan Pahang. Untuk mencapainya kami harus siap dengan perjalanan berkelok-kelok menyusuri pegunungan Titiwangsa hingga sampai kepuncaknya dengan ketinggian 2000 meter di atas permukaan laut. Benak kami mulai bertanya-tanya melihat gedung-gedung tinggi nan megah yang dibangun di pegunangan dengan ketinggian seperti itu, seberapa lama membangunnya dan habis dana berapa. Tidak halnya seperti di puncak gunung, di sana kami merasakan suasana seperti di tengah kota, hanya bedanya udaranya sangat dingin di sini. Bagunan megah dengan sarana yang canggih memanjakan perjalanan kami kali ini, pemandangan hampir sama kami rasakan di bandara Changi, Singapura. Resort yang dibangun oleh Lim Goh Tong, mulai tahun 1960 menyediakan beberapa fasilitas kelas dunia seperti First World Hotel yang menjadi hotel ke-2 terbesar di dunia, beberapa fasilitas entertainment, bahkan di bagian paling atas terdapat satu-satunya kasino yang legal di Malaysia. Untuk menghubungkan resort satu dengan yang lainnya, disedikan fasilitas Skyway atau gondola yang merupakan tercepat di dunia dan terpanjang di Asia Tenggara. Dari titik start kami dibawa ke wahana hiburan, belanja dan kuliner dengan menggunakan skyway tersebut pulang dan pergi. Kepulangan kami dari genting highway dibersami dengan cuaca yang cukup berkabut. Walupun demikian perjalanan tetap lancar karena luasnya jalan dan penerangan yang baik disepanjang kelokan. Tiba di KLPemandangan megapolitan sudah mulai menghiasi cakrawala kami di depan, samping kanan dan kiri. Bus memutari bibir kota sebelum masuk ke Ibu Kota Negara Malaysia, Kuala Lumpur. Setelah makan malam kami langsung menuju sebuah landmark yang menjadi ikon kota KL sekaligus Malaysia, Menara Kembar Petronas. Kata Cik Layla, konon dua menara kembar ini dibangun dengan menggunakan jasa pengembang yang berbeda untuk setiap towernya. Sengaja mendatangkan kontraktor dari dua negara yang sudah sangat masyhur di asia dalam hal konstruksi, Jepang dan Korea untuk membandingkan performa diantara keduanya. Setelah berjalan beberapa saat, setiap jasa tersebut menunjukkan performa yang berbeda. Jepang membuat progress yang lebih cepat dan Korea lebih lambat. Akantetapi tampaknya perspektif lain yang membuat pemodal lebih cenderung menilai hasil kerja korea lebih baik, yaitu cara instalasi lift di kedua bangunan tersebut. Kombinasi di antara keduanya adalah kerja cepat dan cerdas untuk menghasilkan maha karya yang sangat ikonik dan membuat setiap orang ingin mengabadikan kenangan bersamanya di Malaysia. Setelah puas dengan beragam pose berfoto-foto bersama si kembar, kami putuskan untuk mengakhiri perjalan kami hari ini dan bergegas menuju hotel karena waktu sudah berada diujung pertengan malam. Bersambung ke part 3.....   Tulisan dari Mr Arif Hidayat, S.Pd (KS SMPI Al Abidin)        
cache/resized/e7f06305b1015caf6b2d35115118e69a.jpg
Surakarta (14/11), SMA ABBS Surakarta dengan salah satu program unggulannya sebagai sekolah internasional mengadakan acara english mabit yaitu semacam malam bina iman dan takwa yang kemudian dibalut dengan games seru untuk memperkuat kebiasaan pemakaian bahasa inggris. Beginilah serunya english mabit abbs 2017.  
cache/resized/bab15a1ffa1ececf0f02f55027ac99d2.jpg
SMA ABBS Surakarta sebagai sekolah islam terpadu yang memiliki program unggulan sekolah religius mengadakan kegiatan berupa kajian kelas yang diagendakan secara rutin di tiap kelas. Berikut adalah dokumentasi kajian kelas dari X MIPA Kairo dan XI MIPA Faraya yang diadakan di bulan Nopember 2017.
cache/resized/9537f5b6dcdabd0e04de6480c5712f35.jpg
Surakarta (25/11), Peringatan hari guru nasional tahun 2017 di SMA ABBS Surakarta diadakan beberapa kegiatan. Diawali dengan upacara bendera dengan pembina Bapak Triyadi, M.Si dari yayasan. Kemudian ada penyerahan buku goresan kisah beserta bunga dari siswa, mencuci masal motor guru oleh siswa dan diakhiri pemberian kenang-kenangan dari para alumni.   a  
cache/resized/8417a6552f2f9747baec68f9e9e7f721.jpg
Sebuah pengalaman yang sangat berharga bisa menyebrang ke negeri tetangga bersama rombongan guru-guru SMA N Banyudono dan beberapa sekolah di Boyolali dan sekitarnya. Kami serombongan berkesampatan mengunjungi dua Negara jiran, Malaysia dan Singapura. Tujuan utama kami sebagai guru dalam kunjungan ini adalah membuka cakrawala, wawasan dan mengais pengetahuan dalam pengelolaan pendidikan baik secara makro maupun mikro. Hari pertama, 30 November 2017, kami tiba di bandara Changi Singapura. Di pintu bandara, kami disambut seorang tour leader yang bernama Mr. Ayub. Dari logat bicara dan perwakannya, kami bisa memastikan bahwa dia adalah warga keturunan asli Melayu. Bas Persiaran (Dibaca: Bus Pariwisata) mengantar kami melakukan city tour keliling Negara Singapura. Sesaat bus mulai berjalan tour leader mendeskripsikan setiap tempat yang kami lewati dengan sangat detail dan runtut termasuk sejarah Singapura dari leluhur pertamanya, Biduan Dakalang (dibaca: Orang laut)  yang merupakan penduduk asli, masa kolonialisme Inggris sampai sekarang menjadi salah satu negara maju di dunia.  Dengan kepahaman yang sangat mumpuni tentang negaranya, Mr. Ayub menjelaskan bahwa negeri yang hanya berpenduduk sekitar 6 juta jiwa tersebut menghuni di sebuah pulau yang hanya berukuran 500.000 meter persegi atau hanya 1/6 lebih kecil dari pulau Bali. Kondisi itu membuat Singapura menjadi negara yang cukup padat dengan mayoritas (84%) warganya tinggal di rumah susun (flat, kondominium atau apartemen). Di sini adalah melting pot dimana beberapa suku bangsa bertemu dengan tetap membawa kultur dan tradisi mereka masing-masing baik itu tionghoa, melayu, India,  Arab dan muslim tamil. Walaupun dengan jumlah penduduk dan luas wilayah yang bisa dibilang sangat kecil, keberadaan Singapura sangat diperhitungkan dunia. Negara tersebut tergolong sebagai negara dengan kemajuan yang sangat tinggi di beberapa bidang yang membuatnya menjadi negara terkaya ketiga di dunia. Hal itu berbanding lurus dengan Human Development Index (HDI) atau Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Singapura yang termasuk salah satu yang tertinggi di Dunia. Human Development Index adalah indeks untuk mengukur keadaan demografi (yang produktif) dalam hal performa dan daya saing. Kualitas SDM tersebut benar-benar dikelola melalui sistem pendidikan yang berkualitas tinggi mulai dari taman kanak-kanak hingga perguruan tinggi. Maka di sana kita bisa temui sekolah/perguruan tinggi berkelas Internasional seperti Nangyang Technological University (NTU), salah satu universitas terbaik di dunia.  Sejauh mata memandang, Mata kami terbelalak melihat segala sesuatu serba bersih, tertata rapi dengan estetika yang tinggi. Sangat jarang kita temui kendaraan yang melanggar lalu lintas, suara bising knalpot atau klakson, tukang asongan maupun pengamen di pinggir jalan, serta orang yang meludah dan merokok sembarang. Pemerintan menetapkan sanksi yang berat bagi setiap pelanggar ketertiban di ruang publik. Bahkan, merokok di sembarang tempat terancam denda hingga 1000 Dollar Singapura atau sekitar 10 Juta lebih.  Pembangunan infrastruktur transportasi sangat memanjakan para pengguna jalan. Negara itu membangun transportasi darat untuk menjangkau seluruh sudut Singapura baik malaui jalan Raya (highway), terowongan bawah tanah (subway) maupun jalan flyover. Bahkan yang kami belum terbayang bagaimana mereka bisa membuat subway di dalam dan bawah laut yang sempat dilewati bus yang kami tumpangi.  Setelah itu kami diberhentikan di beberapa titik yang menjadi land mark Negara tersebut;  seperti Garden By the Bay, National Gallery of Singapore, Marina Bay dan patung singa Marlion. Di spot-spot tersebut, setiap kami dengan reflek mengeluarkan HP dan kamera untuk mengabadikan kunjungan kami disana.  Setelah makan siang di restaurant tengah kota, Kubilai Khan Resto, kami langsung menuju ke spot berikutnya yaitu di pusat perbelanjaan dan oleh-oleh di China Town. Tempat itu dihiasi bangunan dengan arsitektur china masa lalu. Di sekitar itu ada sebuah masjid yang bernama Jamae Chulia Mosque. Masjid itu masih mempertahankan arsitektur dan ornamen yang dibangun komunitas muslim imigran asal Tamil, India sejak tahun 1823. Sampai saat ini masjid-masjid di sana masih dipakai untuk kegiatan keagamaan dan pendidikan Islam. Fyi, Pemerintah Singapura melalui Majlis Ugama Islam Singapura (MUIS) menekankan sikap toleransi yang tinggi antar pemeluk agama di sana. MUIS sejarah berkala juga menyertifikasi guru agama islam, Imam masjid dan khatib untuk menghindari pemikiran atau pemahaman yang bisa menimbulkan kebencian anatar agama dan golongan.  Sore hari kami langsung bertolak ke pulau reklamasi, Pulau Sentosa. Pulau ini dulu dibuat dengan mengimpor pasir dari kepulauan Riau. Pulau ini sengaja dibangun sebagi pusat hiburan di Singapura dengan arsitektur, tata ruang dan teknologi yang membuat kami terkagum-kagum. Selain itu juga dilengkapi integrasi moda tranportasi modern untuk menghubungkan destinasi satu ke yang lain. Di sana ada beberapa spot seperti Imbiah Lookout , Discover of Singapore, taman kupu-kupu, Siloso Point, Universal Studio dan Resort World Sentosa. Dan kami serombongan menyaksikan sebuah pertunjukan Resort World Sentosa yang membuat kami sangat terkesan, Wings of Times, pertunjukan drama petualangan yang dikemas dengan teknologi 4D lighting, koreografi air dan kembang api. Saat malam mulai larut, kami segara bergegas meninggalkan Singapura menuju Johor Bahru, Malaysia. Perjalanan itu cukup menguras tenaga kami. Kami harus turun dari bus untuk melakukan check out dari imigrasi perbatasan Singapura. Tengah malam itu sangat crowded karena bersamaan dengan imigran asing harian yang keluar dari Singapura menuju negara mereka, Malaysia. Setelah itu kami harus ceck in di Imigrasi Malaysia untuk masuk ke Negara tersebut. Dan akhirnya, tepat dipertengahan malam kami dan rombongan sudah masuk di sebuah negara bagian Malaysia, Johor Bahru. Kami akui perjalanan hari pertama sangat melelahkan dan menguras seluruh enerji kami. Tapi kami puas karena banyak pelajaran yang bisa kami ambil dari kunjungan pertama kami di Singapura.
cache/resized/ffde1b13957957e34fce2f7e78f411be.jpg
Jumat (10/11/2017), siswa-siswi SMA ABBS Surakarta yang dikordinir oleh OSIS memperingati hari pahwalan dengan cara menyusun mozaik raksasa bergambar bung Tomo. Perjuangan mereka dalam mempersiapkan mozaik hingga harus beberapa kali terkendala hujan namun dapat diselesaikan dengan baik. Kerja keras ini tentu akan lebih meresapi dalam hati siswa-siswi tentang bagaimana lelahnya perjuangan para pahlawan dengan segala pengorbanannya mempertahankan kemerdekaan dahulu pada 10 nopember 1945 saat terjadi agresi militer dari sekutu perang dunia II. Dan alhamdulillah, momentum ini dapat termuat di harian solopos sabtu ini (11/11/2017).
cache/resized/c0aa99dac9709b0a7cb2e00ee811d186.jpg
Assalamu'alaikum Wr Wb. Puji syukur Alhamdulillah kami panjatkan kehadirat Allah SWT, karena sungguh sangat tidak saya duga anak saya mendapatkan Sekolah yang sangat luar biasa ABBS ( Al Abidin Bilingual Boarding School ) namanya. Tidak pernah terlintas sama sekali bila anak saya dapat sekolah sehebat ABBS. Ketika anak sya msh kelas 3 SMP, sya selalu berdoa... Ya Allah berikanlah sekolah yang terbaik untuk anakku. Sebetulnya dia ingin sekolah di salah satu MAN Favorit di Jatim, dan sudah diterima sebagai siswa baru di ranking ke 5 pada bulan Februri 2015. Sebulan sebelumnya pada bulan Januari dia mendapat Surat Penganugerahan Beasiswa dari SMA ABBS. Dua pilihan yg harus dipilih satu, maksud hati dan kesenangan yang baik adalah pilih MAN pilihan,... sedang ABBS adalah Sekolah baru, belum tahu Prestasinya, Gedungnya apalagi Akreditasinya yg sebenarnya. Tapi sya tetapkan hati sya untuk memilihkan Sekolah buat dia..., meski sya belum tau semua itu,.. sya yakin Allah sangat lebih tahu,.. yang sudah menjawab doa sya,.. inilah : "SEKOLAH PILIHAN ALLAH" untuk anakku. Selanjutnya kumotivasi dia, bahwa Sekolah yg menurut kita baik belum tentu bagi Allah baik.Dan sekolah yg menurut kita kurang baik belum tentu menurut Allah kurang baik, bahkan itulah mungkin yg terbaik. Alhamdulillah dia pun yakin itulah sekolah yg terbaik dan sudah dipilihkan Allah untuknya. Alhamdulillah ternyata pilihan Allah sangat tidak salah. Perkembangan anak sya sekolah di ABBS sangat bisa saya rasakan perubahannya. Lebih lebih dalam menjaga akhlak dan Ibadah serta perilaku dan sopan santun sangat bisa dirasakan karena dibimbing secara khusus dari sekolahnya. Dalam hal berpakaian di Sekolah di Boarding maupun diluar sangat Islami betul, Aurat betul betul dijaga. jadi dalam hal berpakaian memang sesuai namanya ABBS ( Aurat Betul Betul Stop ). Dalam bidang pelajaran yang sangat berbeda dengan sekolah lain adalah, semua pembelajaran disajikan dalam bahasa Inggris, dan inilah pertama dan satu satunya sekolah di Surakarta dan didaerah saya belum ada, sehingga lulusan dipastikan akan menguasai bahasa Inggris baik lesan maupun tulisan. ABBS adalah Sekolahnya para Juara, karena berani merekrut para Juara dari luar daerah untuk bergabung di sekolahnya dengan program Beasiswanya.Paling tidak yg berani masuk sekolah ABBS adalah anak cerdas yang "BERMENTAL JUARA" terbukti dalam waktu 3 tahun ratusan Juara dari berbagai Lomba Akademis maupun Non Akademis sudah diraihnya. Jadi ABBS adalah Sekolah pilihan yang sangat tepat bagi orang tua yang ingin melanjutkan sekolah untuk anaknya. Kalau kita ingin anak kita sukses sekolahnya maka ABBS adalah pilihannya, karena memang sesuai namanya ABBS ( Anak Betul Betul Sukses ) karena diajari Dunia dan Agamanya. Terima kasih ABBS ,.. karena sudah membina anak anak didiknya menuju masa depan yang lebih cemerlang.... Wassamu'alaikum Wr Wb. Penulis Testimoni : Mudjiyati. S.ST - Bidan Koordinator Puskesmas kec Kedewan Dinas Kesehatan Kab Bojonegoro Jatim.        
cache/resized/3a116ff36a5a38397ee2113cecfe1ff2.jpg
"Impian kami, memiliki anak yg lurus aqidahnya, benar ibadahnya, mulia akhlaqnya, luas intelektualitasnya dan sehat fisiknya. Kami yakin, in syaa Allah impian kami tersebut akan bisa tercapai dengan menitipkan anak kami di SMA ABBS sekaligus ikut di program Boardingnya. Aamiin" ( Wali Murid dari Imam Muttaqin Ash Shidiqi, kelas XI Dhamar) Abdullah Rabbani- Ketua Dewan Masjid Indonesia Kab. Wonogiri- Ketua Yayasan Ar Rayyan Wonogiri- Penasehat Perhimpunan BMT indonesia Kab. Wonogiri- Komisaris Utama PT. BPR Syari'ah DANA AMANAH Solo- Founder & Pengawas KSPPS BMT MITRA MANDIRI Wonogiri Bagi kami menyekolahkan anak d lingkungan Islami itu harga mati. Kami menginginkan anak2 sekolah tetap d sekolah yg Islami syukur yg plus.., terutama utk Nayla y, krn adikny msh d grade 6 Al Abidin Islamic School Primary, jd kami mm menginginkan anak2 mpy ilmu khususny ilmu syar'i lbh dibandingkan kta sbg ortunya tujuannya adl mencetak generasi pilihan / umat terbaik d akhir Zaman.. ABBS itu lingkungan Islami krn kami merasa di usia baligh pun, anak2 hrs dikawal dg ilmu2 syar'i yg kuat.., jd dg berjalanny waktu sy tdk berani menyekolahkan anak2 d negeri. alhamdulillah d ABBS bahasa pengantar yg digunakan adl English & Arabic, ini sesuai dg sekolah anak2 kami sblmny d Syafana Islamic School National Plus Primary & Secondary Tangerang Selatan, di ABBS jg hny program IPA meski sempet ragu saat masuk kmrn bs mengikuti tdk y kalo pelajarannya hitungan semua.., selain itu jg English yg Nayla suka, dan 1 lg Nayla terobsesi ke ABBS krn ingin gabung d club basketnya, meski sblmny Nayla sempet menjajal Archery sempet jg ikutan finalis POPDA Memanah d Semarang saat grade 8 Al Abidin Secondery.., harapanny sih d ABBS jg bs ikutan Archery kembali yaa.., merujuk olah raga sunah Rasul yaa memanah berenang berkuda..Kami menginginkan anak2 mjd anak2 yg sholehah yg mendoakan ortunya, yg kelak jd para ratu d janah Nya kelak, serta mereka nanti yg mjd penyebab kami sbg ortunya bs masuk ke janah Nya, jd kumpul kembali d janah Nya yg  terbaik sekeluarga, At Thur : 21. Harapannya anak2 kami bs mjd penyejuk pandangan mata & hati serta mjd pemimpin2 bagi org2 bertaqwa khususnya bagi kaumnya bagi keluarga bagi anak2 cucu keturunanny kelak.., aamiin Allahumma aamiin Yudi Abu Szaldi, S.T.- Senior Mine Engineer di PT Mitra Asia Cemerlang, Jakarta Pusat (Orang Tua dari Nayla Szaldi - X.MIPA Shevilla)   ABBS Sekarang sudah mengalami kemajuan yang sangat pesat. Dari sisi SDM berkembang sangat pesat dan memiliki kualifikasi nasional maupun internasional. Dari sisi imtaq alhamdulillaah menjadikan anak saya khususnya jauh lebih baik dan lebih berkualitas. Saya yakin jika system KBM yang diterapkan di ABBS ini dipertahankan akan menjadi lebih maju lagi. Apalagi semangat para pendidik yang masih muda2 dan mempunyai teknik mengajar dengan baik akan membuat anak didik semakin mudah dalam menerima pelajaran dan akan lebih banyak lagi mencetak generasi yang berkualitas di segala bidang. Atik Khomsiawati, SE.,MM (Ibu Rosryita Intan X. Makkah)PNS di Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Karanganyar   Saya selaku orang tua siswa,  merasa senang bisa menyekolahkan di SMA ABBS Surakarta,  sekolahannya bagus, biarpun masih baru tetapi prestasinya bagus, cukup disiplin,  disamping mengutamakan prestasi siswa secara akademik,  juga memfokuskan pada pendalaman ilmu agama,  dengan demikian saya berharap terhadap anak saya setelah lulus dari ABBS, selain mempunyai prestasi akademik yang bagus, juga mempunyai aklaqul qarimah. Drs. Suyono, M.Pd  (Kepala Sekolah SMK Negeri - Orang Tua Anisa Faizatun Yona Anggara - Kelas XI.MIPA Faraya)   "Dengan bimbingan dan program tahfidz dari sekolah, Alhamdulillaah anak saya hafalannya bertambah dan masih bisa aktif ikut kegiatan-kegiatan di ABBS." dr. Karmeliana Kartini (Wali Murid Nabila Tabriz Level XI Mipa Russaifa - Dokter Klinik Kedung Jati Husada & Mentari Husada Penawangan, Purwodadi)   Semula saya menganggap semua sekolah Islam sama saja, akan tetapi setelah saya menyekolahkan anak saya di SMA ABBS, banyak hal yang saya dapatkan, tidak hanya dari segi agama, dimana anak dididik benar-benar menjadi anak yang taat beragama, tetapi juga kemandirian. Selain itu, hal yang selama ini menjadi masalah bagi saya, yaitu kurang PD, tidak dialami oleh anak saya. Anak saya begitu aktif dalam kegiatan sekolah, jauh dari hanya sekedar sekolah kemudian pulang saja. Satu hal yang sy salut dengan Al Abidin yang menanamkan bahwa jabatan adalah amanah dan akan diminta pertanggungjawaban nya kelak di akhirat, begitu menyentuh saya. Anak sy juga menjadi lebih tanggung jawab atas semua tugas yang diberikan padanya.Semoga ke depan Al Abidin menjadi sekolah yang tidak hanya menjadi tujuan untuk anak Indonesia saja, tetapi juga bisa "goes international"   Wahyuni (Wali murid Amalia Nur XI MIPA Ramallah - Dosen UMS)    
cache/resized/171466e3bf8bf662e469cb4788e27ffd.jpg
ONLINE TEST GUIDE SELECTION OF ABBS SENIOR HIGH SCHOOL ACADEMIC YEAR 2018/2019   Make sure you have registered online at http://abbs.alabidin.sch.id/psb-online Make sure you have submitted banknote of transfer to admin 085879028036 (ms yanti) or email soloabbs@gmail.com Make sure you have get edmodo group code from admin Visit https://www.edmodo.com/ so it appears like this, then select  I’m student  Select Create New Edmodo Account Fill the data yourself completely by following the instructions from edmodo, except email can be ignored Enter email pound, can any active email After entering the following page, immediately hit Take Quiz and don’t write or click other button Read the instructions well then press Start Quiz Answer the questions well by choosing the right answer, you can choose the easy question by pressing the number keys. When you're done then press Submit Quiz If the time is still enough, please press Review to check again especially if there is a number that has not been done. However, to perform the test, press Submit.   After completion of test, please confirm to operator 085747504902 (mr al) with format message is PAPDB#FULL NAME#SCHOOL via WA or SMS. Within a maximum of 1x24 hours there will be announcement from the PAPDB committee  

Pendaftaran Online SMA ABBS Surakarta

JOIN with ABBS Surakarta, by clicking this BUTTON and fill the Form.Feel Free to Contact us for Further Information.

ONLINE REGISTER

Tkii Al Abidin Surakarta
SDII Al Abidin Surakarta
SMPI Al Abidin Surakarta
ABBS Al Abidin Surakarta