• Twitter
  • Facebook
  • Google+
  • LinkedIn
  • Flickr
  • Vimeo
  • YouTube
  • RSS
Please select your page
Jumat, 25 Agustus 2017 10:12

Sukses itu Susah

Written by

Saya punya pengalaman,yaitu mantan siswa SMA (sebut saja namanya Lintang) yang mana sekarang sudah menjadi mahasiswi mengeluh. Dari SD hingga lulus SMA, Ia selalu juara. Namun kini, di program S-1, ia begitu kesulitan menghadapi dosen yang meremehkan kemampuannya. Judul skripsinya selalu ditolak tanpa alasan yang jelas. Kalau jadwal bertemu dibatalkan sepihak oleh dosen hanya gara-gara sang dosen tersebut mengambil rapor cucunya, ia sulit menerimanya. Asal tahu saja bahwa Lintang ini dari kecil tidak pernah mendapatkan kesulitan sedikitpun, orang tuanya senantiasa memanjakan dengan selalu memberi kemudahan terhadap semua kebutuhannya.

Maka walau sekarang Lintang sudah mahasiswa, tidak bisa dan tidak berani naik sepeda motor. Ke sekolah selalu diantar ibunya. Jangankan cuci baju dan setrika, bahkan makanpun masih harus disuapin. Sementara itu, temantemannya sekarang yang cepat selesai dikatakan, jago mencari celah dan kesempatan. Ia menduga, teman-temannya yang tak sepintar dirinya itu bermain tidak adil dengan dosen-dosennya. “Karena mereka tak sepintar aku,” ujarnya.

Banyak orang tua yang belum menyadari, di balik nilai-nilai tinggi yang dicapai anak-anaknya semasa sekolah, mereka menyandang persoalan besar kesombongan dan ketidakmampuan menghadapi kesulitan. Bila hal ini saja tak bisa diatasi, maka masa depan ekonominya pun akan sulit. Mungkin inilah yang perlu dilakukan orang tua dan kaum muda belajar menghadapi realitas dunia orang dewasa, yaitu kesulitan dan rintangan. Psikolog Stanford University, Carol Dweck, dalam buku The New Psychology of Success, menulis, “Hadiah terpenting dan terindah dari orang tua pada anak-anaknya adalah tantangan”.

Ya, tantangan.

Apakah itu kesulitan-kesulitan hidup, rasa frustrasi dalam memecahkan masalah, sampai kegagalan “membuka pintu”, jatuh bangun di usia muda. Ini berbeda dengan pandangan banyak orang tua yang cepatcepat ingin mengambil masalah yang dihadapi anak-anaknya. Kesulitan belajar mereka biasanya diatasi dengan mendatangkan guru-guru les, atau bahkan menyuap sekolah dan guru-gurunya. Bahkan, tak sedikit pejabat atau orang kaya mengambil alih tanggung jawab anak-anaknya ketika menghadapi proses hokum karena kelalaian mereka di jalan raya.

Sebagai orang dewasa kesalahan anak-anak memang membuat kita galau. Masalah mereka memang masalah kita juga, tapi bukan milik mereka. Termasuk di dalamnya adalah rasa bangga orang tua yang berlebihan ketika anak-anaknya mengalami kemudahan dalam belajar dibandingkan rekan-rekannya di sekolah. Berkebalikan dengan pujian yang dibanggabanggakan, Dweck malah menganjurkan orang tua untuk mengucapkan kalimat seperti ini: “Maafkan Ibu ya Nak, yang tidak membuat segala sesuatu menjadi mudah untukmu. Soal ini kurang menarik, bagaimana kalau kita coba yang lebih menantang?” Jadi, dari kecil, saran Dweck, anak-anak harus dibiasakan dibesarkan dalam alam yang menantang, bukan asal gampang atau digampangkan.

Pujian boleh untuk menyemangati, bukan membuatnya selalu mudah. Saya teringat masa-masa mudadan kanak-kanak saya yang hampir setiap saat menghadapi kesulitan dan tantangan. Kata seorang motivator sukses bahwa “saya ini termasuk bengal”. Namun ibu saya bilang, saya kreatif. Kakak kakak saya bilang saya bandel.


Namun, otak saya bilang “selalu ada jalan keluar dari setiap kesulitan”. Begitu memasuki dunia dewasa, seorang anak akan melihat dunia yang jauh berbeda dengan masa kanakkanak. Dunia orang dewasa, sejatinya, banyak keanehannya. Hal gampang bisa dibuat menjadi sulit. Namun, otak saya selalu ingin membalikkannya. Demikianlah, hal-hal sepele sering dibuat orang menjadi masalah besar. Banyak ilmuwan pintar, tetapi reaktif dan cepat tersinggung. Demikian pula kalau orang sudah senang, apapun yang kita inginkan selalu bisa diberikan. Panggung orang dewasa dunia orang dewasa itu adalah sebuah panggung besar dengan unfair treatment yang menyakitkan bagi mereka yang dibesarkan dalam kemudahan dan alam yang protektif.


Kemudahan-kemudahan yang didapat pada usia muda akan hilang begitu seseorang tamat SMA. Di dunia kerja, keadaan yang lebih menyakitkan akan mungkin lebih banyak lagi ditemui. Fakta-fakta akan sangat mudah Anda temui bahwa tak semua orang, yang secara akademis hebat, mampu menjadi pejabat atau CEO. Jawabannya hanya satu, hidup seperti ini sungguh menantang.

Tantangan-tantangan itu tak boleh membuat seseorang cepat menyerah atau secara defensif menyatakan para pemenang itu “bodoh”, tidak logis, tidak mengerti, dan lain sebagainya. Berkata bahwa hanya kitalah orang yang pintar, yang paling mengerti, hanyalah akan menunjukkan ketidakberdayaan kita belaka. Dan pernyataan ini hanya keluar dari orang pintar yang miskin perspektif, dan kurang menghadapi ujian yang sesungguhnya. Dalam banyak kesempatan, kita menyaksikan banyak orang-orang pintar menjadi tampak bodoh Karena ia memang bodoh mengelola kesulitan. Ia hanya pandai berkelit, bersungut-sungut karena kini tak ada lagi orang dewasa yang mengambil alih kesulitan yang ia hadapi.


Seorang dosen sekaligus motivator menceriterakan pengalamannya dalam membentuk mahasiswa mahasiswinya agar berani menghadapi tantangan, dengan cara satu orang pergi ke satu negara tanpa ditemani satu orang pun agar berani menghadapi kesulitan, kesasar, ketinggalan pesawat, atau kehabisan uang. Namun lagi-lagi orang tuanya sering mengintervensi mereka dengan mencarikan travel agent, memberikan paket tour, uang jajan dalam jumlah besar, menitipkan perjalanan pada teman di luar negeri, menyediakan penginapan yang aman, dan lain sebagainya.

Padahal, anak-anak itu hanya butuh satu kesempatan yaitu bagaimana menghadapi kesulitan dengan caranya sendiri. Hidup yang indah adalah hidup dalam alam sebenarnya, yaitu alam yang penuh tantangan. Dan inilah esensi perekonomian abad ke-21 bergejolak, ketidakpastian, dan membuat manusia menghadapi ambiguitas.


Namun, dalam kondisi seperti itulah sesungguhnya manusia berpikir. Dan ketika kita berpikir keras dan kreatif, maka tampaklah pintu-pintu baru itu terbuka, saat pintu-pintu hafalan kita tutup. Jadi inilah yang mengakibatkan banyak sekali orang pintar sulit dalam menghadapi masalah. Maka dari itu, pesan Carol Dweck, dari apa yang saya renungi, sebenarnya sederhana saja orang tua, jangan cepatcepat merampas kesulitan yang dihadapi anak-anakmu. Sebaliknya, berilah mereka kesempatan untuk menghadapi tantangan dan kesulitan. Ketika anak-anak kita bersekolah dan sedang kegiatan kemah atau outbound maka biarkan mereka mendapatkan tantangannya sebagai bagian dari pembelajarannya.


Jangànlah dikit-dikit tengok, dikit-dikit ditelepon, selalu ditanya keadaannya, dan sebagainya. Yang dengan demikian mereka akan menjadi lemah, manja, dan tidak mampu menyelesaikan tantangannya. Hingga ketika dewasa hanya akan menjadi pecundang. Sekali lagi menjadi orang tua yang bijak memang tidak mudah tetapi harus dapat diusahakan demi kesuksesan anak-anak kita. Marilah kita bekali anakanak kita dengan kecerdasan adversity yaitu kecerdasan anak untuk mengatasi masalah yang dihadapinya. Di samping kecerdasan-kecerdasan yang lain, maka sesungguhnya kecerdasa ini justru memiliki kontribusi yang sangat besar dalam penyiapan kesuksesan masa depan anak-anak kita.


Semoga menginspirasi.

Oleh: Drs. Sunarno, M.Pd ( Ketua Yayasan Al-Abidin Surakarta )

 

 

 

Senin, 31 Juli 2017 08:34

Mengantar Anak Ke Sekolah

Written by

Buat Para Ayah..... Jangan lewatkan masa mengantar anak sekolah karena itulah masa romantis bersama anakmu

Tidak sedikit ayah yang punya waktu luang namun menganggap ringan masa mengantar anak sekolah padahal disitulah masa romantis bersama anak

Kita bisa ngobrol dalam perjalanan dengan anak melingkarkan tangannya di perut kita, anak mendekap kita tidak ada jarak, kita bisa ngobrol layaknya teman

Sesampai di sekolah kita, di tempat tunas2 bangsa akan tumbuh, akan ada momen romantis berpisah melepas anak yang akan masuk ke kelas, anak mencium tangan kita, kita mencium pipi dan kepala anak, anak balas mencium kita, kita bisa memperbaiki tasnya, jilbabnya yang miring, kita bisa tos dulu.. bisa bercanda sebentar...

Hati ayah siapa yang tidak haru saat melepas anak masuk ke kelas, meski mengantar setiap hari rasa haru itu pun selalu menyeruak di hati saat melepas anak mau memasuki kelas.

Tidak hanya ayah anak pun merasakan hal sama ayah, anak merasa haru diantar anak, merasa berat ditinggal ayah, akan terlihat di mata anak rasa tidak ingin ditinggalkan oleh ayah, sehingga setelah cium tangan kita, dia akan dada dengan kita..."dada..." percayalah anak merasakan hal sama

Saya pun menikmati saat melihat anak berjalan melangkahkan kaki mungilnya menuju kelas. Saya pandangi dari belakang sambil berdoa di hati "Ya Allah jadikanlah anakku anak yang shalih dan berikan dia ilmu yang manfaat", akan ada rasa haru lagi yang menyeruak di hati, anakku sudah besar ya... saya pandangi sampai anakku hilang dari pandangan karena masuk kelas atau terhalang oleh ramainya keceriaan anak2 yang mau masuk kelas.

Untuk para ayah jangan lewatkan masa romantis dengan anak, saat mengantar anak sekolah, sempatkan waktu meski seminggu sekali meski sebulan sekali, karena banyak ayah yang ingin merasakan masa romantis bersama anak namun terkendala waktu yang tidak memungkinkan, sampai ada yang sangking pinginnya mengambil cuti demi pingin mengantar anak sekolah. Karena mereka paham benar saat anak besar, momen itu tak akan pernah terulang lagi.

* Foto tadi pagi di sekolah anak melihat keromantisan ayah dan anak yang lain, saya tidak kenal mereka dan tidak tahu latar belakang mereka

*Terinspirasi dari status pak Didik Darmanto

 

 

 

 

 

Rabu, 10 Mei 2017 14:56

Cara menghadapi masalah

Written by

Hidup di dunia ini pasti banyak masalah. Masalah itu adalah bagian dari karunia Allah, bukan bagian dari musibah. Masalah menjadi musibah jikalau kita salah menyikapinya.

Seperti ujian di sekolah, ujian tersebut adalah karunia karena ujian menjadi kesempatan untuk bisa naik kelas. Justru murid yang tidak ujian bisa dianggap tidak sekolah. Dan seseorang yang tidak lulus itu bukan disebabkan soal-soal dalam ujiannya, akan tetapi disebabkan dia salah menjawab soal-soalnya, dia salah menyikapi persoalannya.

Begitulah gambaran masalah yang kita temui dalam hidup kita di dunia. Jadi, tidak perlu khawatir menghadapi masalah, yang perlu kita khawatirkan adalah jika kita salah menyikapi masalah.

Salah satu kesalahan yang dilakukan banyak orang ketika menghadapi masalah adalah sibuk mengandalkan sesuatu selain Allah. Mungkin sibuk hanya mengandalkan pikiran sendiri, pengalaman sendiri, tenaga sendiri, atau mengandalkan pertolongan orang lain. Bukan tidak boleh semua itu, tapi jika semua itu ditempuh tanpa mendapat bimbingan dan izin Allah maka semuanya tidak akan berarti apa-apa.

Masalah sebesar apapun jika Allah menolong, maka akan menjadi sangat ringan dan mudah. Sedangkan urusan remeh sekalipun, jika Allah tidak menolong, maka akan menjadi terasa sangat berat dan sulit.

Dalam ujian sekolah, jika kita meminta tolong jawabannya kepada guru maka guru tidak akan memberikannya. Sedangkan dalam hidup, jika kita meminta jalan keluar kepada Allah atas masalah yang kita hadapi, niscaya Allah akan memberikannya.

Semoga Allah senantiasa memberikan kita kekuatan sehingga kita bisa bersungguh-sungguh dalam menghadapi setiap masalah hidup. Dan semoga Allah senantiasa melimpahkan pertolongan kepada kita.

Aaamiin...

 

Rabu, 10 Mei 2017 14:40

Rahasia Sholat Tepat Waktu

Written by

Mengapa Sholat Sebaiknya di Awal Waktu?

Ternyata anjuran tersebut sangat luar biasa.......

Menurut para ahli, setiap perpindahan waktu sholat, bersamaan dengan terjadinya perubahan tenaga alam dan dirasakan melalui perubahan warna alam.

Kondisi tersebut dapat berpengaruh pada kesehatan, psikologis dan lainnya.

Berikut ini kaitan antara sholat di awal waktu dengan warna alam.

Waktu *SUBUH*

Pada waktu subuh, alam berada dalam spektrum warna biru muda yang bersesuaian dengan frekuensi tiroid (kelenjar gondok).

Dalam ilmu Fisiologi, Tiroid mempunyai pengaruh terhadap sistem metabolisma tubuh manusia.

Warna biru muda juga mempunyai rahasia tersendiri berkaitan dengan rejeki dan cara berkomunikasi.

Mereka yang masih tertidur nyenyak pada waktu Subuh dapat menghadapi masalah rejeki dan komunikasi.

Mengapa? Karena tiroid tidak dapat menyerap tenaga biru muda di alam ketika roh dan jasad masih tertidur.

Pd saat azan subuh berkumandang, tenaga alam ini berada pada tingkatan optimal.

Tenaga inilah yang kemudian diserap oleh tubuh kita terutama pada waktu ruku dan sujud.

Waktu  *ZUHUR*

Alam berubah menguning dan ini berpengaruh kpd perut dan sistem pencernaan manusia secara keseluruhan. Warna ini juga punya pengaruh terhadap hati.

Warna kuning ini mempunyai rahasia berkaitan dgn keceriaan seseorang.

Mereka yang selalu ketinggalan atau melewatkan sholat Zuhur berulang kali dapat  menghadapi masalah dalam sistem pencernaan serta berkurang keceriaannya.

Waktu *ASHAR*

Alam berubah lagi warnanya menjadi oranye. Hal ini berpengaruh cukup signifikan terhadap organ tubuh yaitu prostat, rahim, ovarium/indung telur dan testis yg merupakan sistem reproduksi secara keseluruhan.

Warna oranye di alam juga mempengaruhi kreativitas seseorang.

Orang yang sering ketinggalan waktu Ashar dapat menurun daya kreativitasnya.

Di samping itu organ-organ reproduksi ini juga akan kehilangan tenaga positif dari warna alam tersebut.

Waktu *MAGHRIB*

Warna alam kembali berubah menjadi merah.
Sering pd waktu ini kita mendengar banyak nasehat orang tua agar tidak berada di luar rumah.

Nasehat tersebut ada benarnya karena pada saat Maghrib tiba, spektrum warna alam selaras dengan frekuensi jin dan iblis.

Pada waktu ini jin dan iblis amat bertenaga karena mereka ikut bergetar dengan warna alam. Mereka yang sedang dalam perjalanan sebaiknya berhenti sejenak dan mengerjakan sholat Maghrib terlebih dahulu.

Hal ini lebih baik dan lebih selamat karena pada waktu ini banyak gangguan atau terjadi tumpang-tindih dua atau lebih gelombang yang berfrekuensi sama atau hampir sama dan bisa menimbulkan fatamorgana yg bisa mengganggu penglihatan kita.

Waktu *ISYA*

Pada waktu ini, warna alam berubah menjadi nila dan selanjutnya menjadi gelap.

Waktu Isya mempunyai rahasia ketenteraman dan kedamaian yg frekuensinya sesuai dengan sistem kontrol otak.

Mrk yg sering ketinggalan Isya bisa sering merasa gelisah.

Untuk itulah ketika alam mulai diselimuti kegelapan, kita dianjurkan untuk mengistirahatkan tubuh ini.

Dengan tidur pada waktu Isya, keadaan jiwa kita berada pada gelombang Delta dengan frekuensi dibawah 4 Hertz dan seluruh sistem tubuh memasuki waktu rehat.

Selepas tengah malam, alam mulai bersinar kembali dengan warna-warna putih, merah jambu dan ungu.

Perubahan warna ini selaras dengan kelenjar pineal (sebuah kelenjar endokrin pada otak) kelenjar pituitary, thalamus (struktur simetris garis tengah dalam otak yang fungsinya mencakup sensasi menyampaikan, rasa khusus dan sinyal motor ke korteks serebral, bersama dgn pengaturan kesadaran, tidur dan kewaspadaan) dan hypothalamus (bagian otak yg terdiri dari sejumlah nucleus dengan berbagai fungsi yang sangat peka terhadap steroid, glukokortikoid, glukosa dan suhu).

Maka sebaiknya kita bangun lagi pada waktu ini untuk mengerjakan sholat malam (tahajjud).

Umat Islam sepatutnya bersyukur karena telah  di’karuniakan’ syariat sholat oleh Allah SWT sehingga jika dilaksanakan sesuai aturan maka secara tak sadar kita telah menyerap tenaga alam ini.

Inilah salah satu hakikat mengapa Allah SWT mewajibkan sholat kepada kita.

Sholat di awal waktu insyaAllah dpt membuat badan semakin sehat......

Semoga kita selalu dikaruniai kesehatan, yuk sholat di awal waktu sehingga tepat waktu. Semua ternyata untuk kebaikan kita juga...

Kamis, 12 Mei 2016 12:21

Anak Panah

Written by

Pernahkah kamu mengalami suatu keadaan yang membuat hidupmu seperti ditarik mundur, jauh dari harapan?

Pernahkah kamu melihat orang-orang yang dulunya berapi-api tiba-tiba seperti kehilangan semangat bahkan lenyap dari peredaran?

Pernahkan kamu melihat atau bahkan merasakan bahwa orang-orang yang pernah kau lihat (atau bahkan dirimu sendiri) mengalami kemunduran itu, lalu tiba-tiba melesat cepat ke depan dan meraih banyak hasil?

Pasti pernah, bukan?

Kita seperti anak panah di tangan Allah ...

Ada masa-masa anak panah itu melesat cepat terlepas dari busurnya menuju sasaran yang dimaksudkan.

Ada masanya anak-anak panah itu harus istirahat dalam kantong-Nya.

Namun di saat yang diperlukan, anak panah itu akan dipasang dalam busur-Nya ditarik kebelakang..

Sejauh mungkin untuk mencapai suatu sasaran.

Semakin jauh tarikannya, semakin jauh pula jarak yang akan ditempuh.

Semakin panjang rentang busur menarik ancang-ancang, makin cepat pula anak panah itu melesat.

Jadi...

Jika kau seperti dalam keadaan yang mundur, bersabarlah.

Mungkin Allah tengah meletakkanmu di busur-Nya.

Menarikmu jauh-jauh ke belakang, agar di saat kau dilepaskan, kau memiliki daya dorong yang kuat untuk mencapai sasaran.

Dan jika kau melihat seorang teman seperti tengah mengalami kemunduran, jangan buru-buru menghakimi dengan mengatakan

'Apinya telah padam'

Jadilah teman yang baik, yang mendampingi di saat temanmu sedang 'dimundurkan' karena dengan demikian kau ikut menjaganya agar tidak sampai putus asa dan terkulai.

Kamu, aku, dia, mereka... adalah anak-anak panah ditangan Allah. 
Hidup untuk mencapai suatu sasaran yang sudah ditetapkan. 
Tetapla semangat,
Tetaplah bersabar,
Karena semua akan indah pada waktuNya.

Semoga Bermanfaat ...

Selasa, 10 Mei 2016 12:23

Do'a Pagi Ini

Written by

Di bawah langit-MU kami memulai kehidupan di pagi ini...

Diatas bumi-MU kami melangkahi setiap tapak kehidupan...

Menelusuri jejak rezeki yang Engkau taburkan di tanah-MU...

Meresapi tabir nyawa di batas-batas keagungan-MU..

Tiada alasan untuk kami hilangkan rasa syukur sedetik pun bagi-MU...

Bagaimana pun jua nyawa yang sedetik ini adalah pemberian-MU...

Ya Robbana...

jadikanlah kami orang-orang yang mampu bersyukur atas kehidupan ini...

jadikanlah kami orang yang senantiasa tawakal kepada-MU...

jadikanlah kami orang yang selalu taat pada perintah-MU...

Aamiin ya robbal'alamiin...

Halaman 1 dari 2