• Twitter
  • Facebook
  • Google+
  • LinkedIn
  • Flickr
  • Vimeo
  • YouTube
  • RSS
Please select your page
Sabtu, 21 Oktober 2017 11:13

Sekolah Pilihan Allah

Written by

Assalamu'alaikum Wr Wb.


Puji syukur Alhamdulillah kami panjatkan kehadirat Allah SWT, karena sungguh sangat tidak saya duga anak saya mendapatkan Sekolah yang sangat luar biasa ABBS ( Al Abidin Bilingual Boarding School ) namanya.


Tidak pernah terlintas sama sekali bila anak saya dapat sekolah sehebat ABBS. Ketika anak sya msh kelas 3 SMP, sya selalu berdoa... Ya Allah berikanlah sekolah yang terbaik untuk anakku. Sebetulnya dia ingin sekolah di salah satu MAN Favorit di Jatim, dan sudah diterima sebagai siswa baru di ranking ke 5 pada bulan Februri 2015.

Sebulan sebelumnya pada bulan Januari dia mendapat Surat Penganugerahan Beasiswa dari SMA ABBS.

Dua pilihan yg harus dipilih satu, maksud hati dan kesenangan yang baik adalah pilih MAN pilihan,... sedang ABBS adalah Sekolah baru, belum tahu Prestasinya, Gedungnya apalagi Akreditasinya yg sebenarnya.


Tapi sya tetapkan hati sya untuk memilihkan Sekolah buat dia..., meski sya belum tau semua itu,.. sya yakin Allah sangat lebih tahu,.. yang sudah menjawab doa sya,.. inilah : "SEKOLAH PILIHAN ALLAH" untuk anakku.

Selanjutnya kumotivasi dia, bahwa Sekolah yg menurut kita baik belum tentu bagi Allah baik.
Dan sekolah yg menurut kita kurang baik belum tentu menurut Allah kurang baik, bahkan itulah mungkin yg terbaik.
Alhamdulillah dia pun yakin itulah sekolah yg terbaik dan sudah dipilihkan Allah untuknya.

Alhamdulillah ternyata pilihan Allah sangat tidak salah. Perkembangan anak sya sekolah di ABBS sangat bisa saya rasakan perubahannya.

Lebih lebih dalam menjaga akhlak dan Ibadah serta perilaku dan sopan santun sangat bisa dirasakan karena dibimbing secara khusus dari sekolahnya. Dalam hal berpakaian di Sekolah di Boarding maupun diluar sangat Islami betul, Aurat betul betul dijaga. jadi dalam hal berpakaian memang sesuai namanya ABBS ( Aurat Betul Betul Stop ).

Dalam bidang pelajaran yang sangat berbeda dengan sekolah lain adalah, semua pembelajaran disajikan dalam bahasa Inggris, dan inilah pertama dan satu satunya sekolah di Surakarta dan didaerah saya belum ada, sehingga lulusan dipastikan akan menguasai bahasa Inggris baik lesan maupun tulisan.

ABBS adalah Sekolahnya para Juara, karena berani merekrut para Juara dari luar daerah untuk bergabung di sekolahnya dengan program Beasiswanya.
Paling tidak yg berani masuk sekolah ABBS adalah anak cerdas yang "BERMENTAL JUARA" terbukti dalam waktu 3 tahun ratusan Juara dari berbagai Lomba Akademis maupun Non Akademis sudah diraihnya.

Jadi ABBS adalah Sekolah pilihan yang sangat tepat bagi orang tua yang ingin melanjutkan sekolah untuk anaknya.

Kalau kita ingin anak kita sukses sekolahnya maka ABBS adalah pilihannya, karena memang sesuai namanya ABBS ( Anak Betul Betul Sukses ) karena diajari Dunia dan Agamanya.

Terima kasih ABBS ,.. karena sudah membina anak anak didiknya menuju masa depan yang lebih cemerlang....

Wassamu'alaikum Wr Wb.

Penulis Testimoni : Mudjiyati. S.ST - Bidan Koordinator Puskesmas kec Kedewan Dinas Kesehatan Kab Bojonegoro Jatim.

 

 

 

 

Sabtu, 16 September 2017 08:36

Akibat kurang bermain diwaktu kecil

Written by

Ayah bunda, ada guyonan yang sering kita dengar "masa kecil kurang bahagia" ya kan? Itu terjadi ketika orang dewasa bertingkah seperti anak kecil, bermain dan berbagai ekspresi seperti anak kecil. Ya, itu benar adanya. Jika anak di masa kecilnya kurang bahagia, dia akan mencari kepuasan bermain di masa dewasanya. Mengapa demikian? Karena di waktu kecilnya ia selalu dilarang. Main 'betengan' orangtua khawatir anaknya kecapekan, main 'gobaksodor' orangtua takut anaknya kepanasan, main di sungai orangtua takut anaknya tenggelam. Alhasil, dia jadi anak manis di rumah. Diam saja. Nah, setelah dewasa dia tidak lagi ditekan dan di atur orangtuanya. Akhirnya dia baru sempat melampiaskan keinginan bermainnya. Jangan sampai anak kita demikian ya, bun.

Ternyata akibat kurang bermain di masa kecil juga sangat berpengaruh pada karakter seseorang. Dan ini akan terbawa sampai ia dewasa kelak. Apa sajakah itu? Mari kita cermati.

Penakut.
Orang dewasa tapi penakut. Takut menghadapi resiko. Takut menghadapi sesuatu yang menantang. Takut dengan sesuatu yang belum terjadi. Rasa khawatir mendominasinya sebelum mencoba. Ya, itu karena dia kurang bermain di masa kecilnya. Di dunia bermain, mental anak terasah untuk berani mencoba. Gobaksodor misalnya. Kalau dia hanya diam saja, banyak resiko akan di dapat. Ya diteriaki teman suruh segera bergerak, ketangkap musuh atau timnya bisa kalah. Maka dengan segala resiko dia harus berani mengambil sikap dan segera bergerak. Mentalnya terasah menjadi pemberani.

Emosional.
Ayah bunda pernah mencermati orang yang demikian? Cepat tersinggung, tidak mau menerima kekalahan, sulit menerima kenyataan dan sulit minta maaf.
Dalam dunia bermain, kalah menang itu biasa. Jika anak terbiasa mengalaminya, mentalnya akan terasah. Hari ini dia menang, bisa jadi besuk dia kalah. Atau dalam hitungan menit bisa berubah. Bermain betengan ( sembunyi2an) misalnya. Saat ini dia yang mencari. Beberapa menit kemudian dia yang dicari. Kadang lolos...kadang juga ketangkap. Menang tidak akan terlalu bergembira dan jIka kalahpun tidak akan terlalu sedih. Bahkan ketangkappun dia masih bisa tertawa-tawa. Mentalnya terasah menerima kenyataan yang ada.

Tak berani berpendapat.
Orang dewasa tapi hanya manut dan tergantung terhadap orang-orang di sekitarnya. Bagaimana sikap orang kebanyakan itulah yang diikuti. Ia takut berbeda. Dia tidak punya prinsip. Wah, orang seperti ini mengkhawatirkan sekali, bun. Apalagi ketika berbaur di masyarakat yang beraneka ragam. Dia akan mengalami kebingungan menentukan sikapnya. Tak berani berbeda walau bertentangan dengan isi hatinya. Kasihan. Dia bakal terombang-ambing disebabkan dirinya sendiri. Karena tidak punya prinsip.

Ayah bunda, di era gagdet saat ini dunia bermain anak mulai beralih. Dari dunia penuh keceriaan bermain bersama teman-teman ke dunia menyendiri di tengah keramaian. Mari, ajak anak kita bermain lagi untuk mempersiapkan karakternya di masa depan.

Dari : Kepala Sekolah SDII Al Abidin Surakarta :
Bunda Farida Nur'aini

 

 

 

 

 

 

 

Selasa, 22 Agustus 2017 09:26

Waktu yang tepat melarang anak

Written by

Ayah bunda, pola asuh yang kita terapkan sangatlah berpengaruh pada aklaq atau karakter anak. Melarang dan membiarkan anak haruskah kita berlakulan di saat yang tepat. Tidak terlalu kaku dan juga tidak terlalu longgar.

Jika anak terlalu sering dilarang maka akibatnya anak akan terhambat pola berpikirnya, perkembangan motorik halus maupun motorik kasarnya. Anak dilarang berlari, dilarang bermain hujan, dilarang menggunting, dilarang memanjat pohon, anak remaja dilarang pergi bersama temannya, dan sebagainya. Anak membutuhkan berbagai pengalaman untuk bekal ketrampilan menghadapi hidup. Jika terlalu sering dilarang anak akan kesulitan menghadapi berbagai masalah dalam hidupnya kelak.

Demikian juga jika anak terlalu dibebaskan. Dia akan tumbuh semaunya. Asing dengan aturan- aturan yang akhirnya dia kesulitan menyesuaikan diri dengan ketertiban dan kedisiplinan.

Maka, laranglah anak di saat yang tepat, bun. Ada 3 ranah yang menjadikan alasan bagi kita untuk melarang anak, yaitu jika anak :
1. Melanggar aturan agama
2. Melanggar sopan santun
3. Membahayakan diri dan oranglain

Misal anak kita berlari di lantai yang licin. Jelas itu berbahaya. Maka harus kita stop segera. Jika anak berlari di tempat yang aman, adakah alasan kita melarangnya? Soal jatuh itu biasa. Anak akan belajar hati- hati ke depannya. Anak jangan terlalu kita lindungi agar dia merasakan ketidakenakan di dunia ini sebagai bekal pengalaman ke depannya lebih baik lagi.

Bagaimana dengan bermain hape? Game online kekerasan, misalnya. Jelas itu berbahaya untuk otak dan perkembangan mentalnya. Maka larang anak bermain hape. Jika ia pegang hape untuk kepentingan positip maka berilah kelonggaran. Tarik ulurnya harus pas.

Ayah bunda, melarang dan membiarkan anak itu ada aturan mainnya. Maka mari kita terapkan aturan dalam keluarga kita. Mana yang boleh dan mana yang tidak agar mereka berkembang sesuai dengan kebutuhannya.

Kepala Sekolah SDII Al Abidin : Bunda Farida

 

 

 

Senin, 31 Juli 2017 08:40

Perbaikilah Anakmu dengan Ibadah

Written by

Orang yang selalu menjaga Allah ketika masih muda dan kuat, Allah akan selalu menjaganya ketika sudah tua dan lemah. Allah akan menjaga pendengarannya, penglihatannya, kekuatannya dan akalnya.

Dahulu ada sebagian ulama yang usianya melebihi 100 tahun tapi ia masih kuat badannya dan sehat akalnya. Ketika ditanya rahasianya ia menjawab, "Badan ini dulu ketika masih mudah aku selalu menjaganya dari perbuatan maksiat. Maka sekarang Allah menjaganya ketika aku sudah tua."

Sebaliknya, dulu ada orang yang ketika muda mengabaikan kewajiban-kewajibannya terhadap Allah, maka Allah pun menjadikannya lemah di usia tua dan akhirnya ia menjadi pengemis.

Adakalanya Allah menjaga orang yang shalih sampai keturunannya, sebagaimana firman Allah, "Dahulu ayah kedua anak ini adalah seorang lelaki yang shalih." Maksudnya, kedua anak itu dijaga oleh Allah karena keshalihan ayah mereka dahulu.

Dulu, Said bin Al Musayyib mengatakan kepada anaknya, "Nak, aku akan menambah jumlah rakaat shalat sunnahku dengan harapan agar Allah menjagamu."

Umar bin Abdul Aziz mengatakan, "Setiap orang beriman yang meninggal dunia, pasti Allah selalu menjaga keturunannya."

Ibnul Munkadir mengatakan, "Sungguh Allah akan menjaga orang yang shalih sampai kepada anaknya, cucunya dan lingkungan sekitarnya. Mereka selalu berada dalam lindungan dan penjagaan Allah."

Semoga Allah selalu menjaga kita dan menjadikan kita serta keturunan kita orang-orang yang shalih. Aamiin.

 

Sumber: "Jamiul Ulum wal Hikam" karya Ibnu Rojab Al Hambali.

 

 

 

 

Sabtu, 29 Juli 2017 08:00

ANAK BERBOHONG, SEBAB DAN AKIBATNYA

Written by

Ayah bunda, mempunyai anak-anak yang jujur sangatlah menentramkan hati. Kita bisa tahu dengan baik apa yang sebenarnya terjadi dari cerita anak kita. Bagaimana kemudian jika ternyata ada anak kita yang berkata bohong. Mengapa anak berbohong? Mari kita cermati beberapa alasan anak berbohong berikut ini :

1. Berbohong karena mendapat contoh.
Pasti kita akan mengelak jika ditanya apakah kita mengajari anak berbohong. Namun terkadang kita melakukan kebohongan tanpa kita sadari karena kita anggap itu kebohongan kecil. Perlu kita fahami bahwa bohong versi anak adalah antara tidak sesuainya perkataan dan perbuatan. Hal yang real, nyata.
Misalnya, anak minta sepatu baru. Kemudian kita bilang "besuk" atau " kapan-kapan" karena kita sibuk. Namun jika tak juga ada realisasinya maka anak akan mudah mengambil pelajaran bahwa kita sudah berbohong.

2. Berbohong karena takut dihukum.
Pola asuh yang kekerasan, baik kekerasan fisik maupun psikis akan mengakibatkan anak takut berkata jujur. Karena takut dihukum maka ia mengambil sikap berbohong.
Kekerasan fisik misalnya jika anak melakukan kesalahan maka anak dipukul, dicubit, dijewer dan perlakuan kekerasan fisik lainnya. Sedangkan kekerasan psikis misalnya dengan ancaman. "Awas, kalau kamu bikin adik nangis lagi kamu dihukum ibu". Bisa juga merendahkan dan membandingkannya.

3. Berbohong karena ingin lepas dari tanggungjawab.
Setiap perbuatan pasti menimbulkan akibat. Jika anak memecahkan gelas maka ia harus bertanggungjawab. Karena tidak mau menanggung resiko maka ia mengambil jalan pintas. Berbohong. Anak ditanya ada PR atau tidak, karena tidak mau bersusah payah mengerjakan PR dia berkelit dan mengatakan tidak ada PR.

 

4. Bohong karena kepercayaan yang kebablasan.

Semua yang dikatakan anak kita langsung percaya begitu saja, tanpa kita cek kebenarannya. Tidak ada tabayyun. Hal demikian membuat anak di atas angin. Akhirnya dia akan mengatakan apa yang nyaman untuknya. Toh orangtua juga bakal percaya saja.

5. Berbohong karena ingin dipuji.
Semua anak senang pujian. Pada anak yang jarang dipuji maka ia akan mencari- cari alasan agar mendapat pujian. Misal guru mengecek sholat yang dilakukan anak di dirumah. Karena ingin dipuji dia mengatakan sudah tertib walau sebenarnya sholatnya masih bolong. Anak belum tuntas puasa syawal tapi demi mendapatkan pujian gurunya dia berbohong.

Ayah bunda, cegah sedini mungkin anak berbohong. Bohong adalah awal kehancuran karakter anak, sedikit demi sedikit. Karena kebohongan satu akan melahirkan kebohongan kedua dan seterusnya. Berbohong kecil akan merambah ke kebohongan yang besar. Semoga kita terhindar dari yang demikian. Aamiin.

Kepala Sekolah SDII Al Abidin :
Bunda Farida

 

 

 

 

Sabtu, 22 Juli 2017 08:57

Tiga Kata Wajib Nan Ajaib

Written by

TIGA KATA WAJIB NAN AJAIB

Ayah bunda, dalam setiap kesuksesan pasti memerlukan trik dan tips praktis. Dengan tujuan mempersingkat masa kesuksesan tersebut. Dalam mendidik anakpun demikian. Ada 3 kata yang sederhana yang ampuh dalam mendidik anak sehingga mempercepat keberhasilan dalam mendidik anak. Apa saja 3 kata itu? Yuk kita pelajari.

TERIMAKASIH
Sering-seringlah mengucapkan kata terimakasih kepada pasangan, anak, eyang, saudara, tetangga, pelayan restoran, tukang sampah dan kepada siapapun yang memberikan manfaat baik kepada kita. Anak otomatis akan melihat dan kemudian menirukan. Dengan sering mengucapkan kata terimakasih maka kita mengajarkan kepada anak untuk menjadi manusia yang menghargai sesama. Biasakan juga ucapan ini di rumah. Ajarkan anak selalu mengucapkan terimakasih kepada kakak atau adik. Insyaallah anak-anak akan menjadi manusia yang pandai menghargai oranglain dan menjadi manusia yang selalu bersyukur.

MAAF
Mengucapkan kata maaf harus diajarkan sejak dini. Manusia tidak ada yang sempurna. Pasti pernah melakukan kesalahan baik yang disengaja atau tidak. Kita sebagai orangtua juga harus minta maaf kepada anak jika memang bersalah. Dengan mengajarkan kata maaf anak akan belajar menjadi manusia yang tawaduk, rendah hati dan mengakui kelemahan diri. Tidak menjadi manusia sombong yang mencari kambing hitam jika dia melakukan kesalahan. Minta maaf yang disertai mengulurkan tangan akan menjadikan anak berani bertanggungjawab dari perbuatannya.

TOLONG
Sebagai makhluk sosial kita pasti memerlukan bantuan oranglain. Maka ajarkan anak untuk selalu mengatakan kata ' tolong' untuk meminta bantuan oranglain. Sebagai awal, lagi-lagi kitalah yang memberi contoh. Jika kita meminta anak melakukan sesuatu maka katakan lebih dulu ' tolong dik...tolong kak'. Insyaallah anak akan berganti menirukan dan mengucapkan kata tolong kepada siapapun yang dimintai bantuan, sekecil apapun. Efeknya orang yang dmintai bantuanpun akan dengan senang hati melakukan karena dimintai bantuan. Bukan disuruh.

Ayah bunda, mari jadikan anak- anak kita menjadi manusia yang berakhlaq mulia. Dengan sering mengucapkan kata terimakasih, maaf dan tolong insyaallah mereka akan tumbuh menjadi manusia yang kuat mental dan ruhiyahnya.

Kepala Sekolah SDII Al Abidin :
Bunda Farida

 

 

 

 

Halaman 1 dari 2