• Twitter
  • Facebook
  • Google+
  • LinkedIn
  • Flickr
  • Vimeo
  • YouTube
  • RSS
Please select your page
Sabtu, 29 Juli 2017 08:00

ANAK BERBOHONG, SEBAB DAN AKIBATNYA

Written by 
Rate this item
(0 votes)

Ayah bunda, mempunyai anak-anak yang jujur sangatlah menentramkan hati. Kita bisa tahu dengan baik apa yang sebenarnya terjadi dari cerita anak kita. Bagaimana kemudian jika ternyata ada anak kita yang berkata bohong. Mengapa anak berbohong? Mari kita cermati beberapa alasan anak berbohong berikut ini :

1. Berbohong karena mendapat contoh.
Pasti kita akan mengelak jika ditanya apakah kita mengajari anak berbohong. Namun terkadang kita melakukan kebohongan tanpa kita sadari karena kita anggap itu kebohongan kecil. Perlu kita fahami bahwa bohong versi anak adalah antara tidak sesuainya perkataan dan perbuatan. Hal yang real, nyata.
Misalnya, anak minta sepatu baru. Kemudian kita bilang "besuk" atau " kapan-kapan" karena kita sibuk. Namun jika tak juga ada realisasinya maka anak akan mudah mengambil pelajaran bahwa kita sudah berbohong.

2. Berbohong karena takut dihukum.
Pola asuh yang kekerasan, baik kekerasan fisik maupun psikis akan mengakibatkan anak takut berkata jujur. Karena takut dihukum maka ia mengambil sikap berbohong.
Kekerasan fisik misalnya jika anak melakukan kesalahan maka anak dipukul, dicubit, dijewer dan perlakuan kekerasan fisik lainnya. Sedangkan kekerasan psikis misalnya dengan ancaman. "Awas, kalau kamu bikin adik nangis lagi kamu dihukum ibu". Bisa juga merendahkan dan membandingkannya.

3. Berbohong karena ingin lepas dari tanggungjawab.
Setiap perbuatan pasti menimbulkan akibat. Jika anak memecahkan gelas maka ia harus bertanggungjawab. Karena tidak mau menanggung resiko maka ia mengambil jalan pintas. Berbohong. Anak ditanya ada PR atau tidak, karena tidak mau bersusah payah mengerjakan PR dia berkelit dan mengatakan tidak ada PR.

 

4. Bohong karena kepercayaan yang kebablasan.

Semua yang dikatakan anak kita langsung percaya begitu saja, tanpa kita cek kebenarannya. Tidak ada tabayyun. Hal demikian membuat anak di atas angin. Akhirnya dia akan mengatakan apa yang nyaman untuknya. Toh orangtua juga bakal percaya saja.

5. Berbohong karena ingin dipuji.
Semua anak senang pujian. Pada anak yang jarang dipuji maka ia akan mencari- cari alasan agar mendapat pujian. Misal guru mengecek sholat yang dilakukan anak di dirumah. Karena ingin dipuji dia mengatakan sudah tertib walau sebenarnya sholatnya masih bolong. Anak belum tuntas puasa syawal tapi demi mendapatkan pujian gurunya dia berbohong.

Ayah bunda, cegah sedini mungkin anak berbohong. Bohong adalah awal kehancuran karakter anak, sedikit demi sedikit. Karena kebohongan satu akan melahirkan kebohongan kedua dan seterusnya. Berbohong kecil akan merambah ke kebohongan yang besar. Semoga kita terhindar dari yang demikian. Aamiin.

Kepala Sekolah SDII Al Abidin :
Bunda Farida

 

 

 

 

Read 392 times Last modified on Sabtu, 29 Juli 2017 08:08

2 comments

  • Comment Link Jared Sabtu, 06 Januari 2018 14:53 posted by Jared

    Great blog! Do you have any suggestions for aspiring writers?
    I'm hoping to start my own website soon but I'm a little lost on everything.
    Would you recommend starting with a free platform like Wordpress or go
    for a paid option? There are so many choices out there that I'm totally confused ..

    Any tips? Cheers!

  • Comment Link Lin Sabtu, 29 Juli 2017 22:20 posted by Lin

    Hi there, just became alert to your blog through Google, and found that it is
    really informative. I'm gonna watch out for brussels.
    I'll appreciate if you continue this in future. A lot of people will be benefited
    from your writing. Cheers!

Leave a comment

Make sure you enter the (*) required information where indicated. HTML code is not allowed.