Dr. Ibrahim Elfiky yang menulis buku tersebut yang diterjemahkan oleh Khalifurrahman dkk. penerbit Zaman, menarik untuk menjadi bahan kajian di bulan Ramadhan.
Jika Anda sedang lapar dan di hadapan Anda terhidang makanan rumahan, makanan hotel bintang lima, dan makanan di keranjang sampah. Makanan mana yang akan Anda pilih? Tak ada seorang pun akan memilih yang ketiga. Mengapa demikian? Jawabnya tidak lain, tak ada seorang pun yang membiarkan tubuhnya mendapat masukan yang akan berpengaruh buruk pada tubuhnya. Jadi, mengapa Anda membiarkan pikiran Anda mendapatkan masukan yang sekiranya akan berpengaruh negatif terhadap pikiran yang sehat. 

Setiap bangun pagi, pikiran melahirkan pikiran lain, melahirkan pikiran yang lain lagi, membangun pikiran lain lagi, sehingga menjadi mindset atau pola pikir. Akal seseorang bekerja sesuai arahan pikirannya. Apa pun yang Anda pikir akan mengarahkan akal ke arah yang Anda pikirkan. Akal akan berusaha sebisa mungkin mengikuti pikiran Anda sendiri. Jika Anda berpikir negatif, maka akal akan mengesampingkan hal lain dari sisi yang positif. Misal seorang siswa takut menghadapi ulangan, takut mendapat nilai yang buruk, maka akalnya akan membantu untuk menjauhi ulangan sehingga pikiran negatif mendapat penguatan.

Yang Anda pikirkan dan yang Anda katakan kepada diri sendiri akan membuat pikiran Anda  membuka data pada file-file sesuai dengan yang Anda pikirkan. Karena pikiran mempengaruhi akal Anda, maka pikiran juga mempengaruhi gerak tubuh, ekspresi wajah sehingga seseorang sesungguhnya merasakan bahwa tubuhnya dipengaruhi oleh pikirannya. Pikiran yang tidak sehat menjadikan tubuh Anda pun tidak sehat.

Pikiran tidak hanya mempengaruhi tubuh, namun juga perasaan. Cobalah pejamkan mata, pikirkan bahwa orang yang Anda cintai berdiri di samping Anda, ia memegang pundak dengan lembut, ia bicara dengan yang paling Anda sukai bahwa ia membantu Anda bisa menyelesaikan masalah yang Anda hadapi. Perhatikan pikiran Anda, rasa takut berubah menjadi berani, dan dari berani mengubah diri Anda menjadi kuat dan hebat. Anda pun memutuskan sesuatu dengan penuh percaya diri. Pikiran berpengaruh pada perasaan, dan perasaan yang gundah membuat Anda tak berpikir sempurna.

Pikiran mempengaruhi sikap. Sebagai mahluk yang diciptakan Allah paling sempurna, manusia dibentuk oleh pengetahuannya, nilai-nilai, keyakinan yang membentuk sikapnya. Sikap tidak menggambarkan hakikat diri kita, karena sikap dipengaruhi oleh dunia luar dan kita memberikan respon terhadapnya. Sikap tegas, percaya diri, atau tidak dapat menerima sangat bergantung pada pengendalian pikiran yang mempengaruhi akal. Sikap tegas dan percaya diri lahir dari daya kendali pikiran yang datang dari sabar dan ihlas menerima segala sesuatu yang ada di hadapan kita.

Begitulah ringkasan yang dapat saya sajikan dari buku ini. Dari sebagian isi buku kita dapat belajar tentang Siapakah diri kita? Adalah seperti apa yang kita pikirkan. Pikirkan setiap saat bahwa Anda tak bisa berhenti merokok. Maka jadilah perokok. Berpikirlah bahwa Anda bukan guru, kepala sekolah, atau insan yang tidak seberapa hebat, Anda menghargai diri sendiri lemah. Maka jadilah diri Anda kurang berharga. Yang berbahaya di sini adalah Anda kurang menghargai kebaikan yang ada pada diri Anda sendiri, yang dikuatkan pikiran adalah keluh kesah tentang kelemahan. Kasihan sekali diri Anda yang kurang mendapat penghargaan dari diri Anda sendiri.

Mari kita hargai diri kita sebagimana adanya. Tak perlu dilebih-lebihkan, dan tak perlu direndahkan. Berpikir positif dengan lebih bersyukur, Alhamdulillah sehat, Alhamdulillah kuat berpuasa, Alhamdulillah dapat saling berbagi informasi yang baik, Alahmdulillah dapat berkolaborasi dengan orang-orang baik, Alhamdulillah berada dalam keluarga yang tentram, Alhamdulillah menjadi pendidik….dan Alhamdulilah… alhamdulillah…Alhamdulilah Ya Allah begini berlimpah nikmat yang Allah berikan kepadaku…..Alhamdulillah