• Twitter
  • Facebook
  • Google+
  • LinkedIn
  • Flickr
  • Vimeo
  • YouTube
  • RSS
Please select your page
Imam Samodra

Imam Samodra

 

 

 

Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh,
Salam sejahtera untuk kita semua,

Hari ini kita kembali merayakan Hari Pendidikan Nasional. Mari kita panjatkan puji dan puja ke hadirat Allah SWT, Tuhan Yang Maha Pengasih dan Maha Penyayang,
atas ijin, rahmat dan karunia-Nya kita dapat kembali berkumpul merayakan semangat, capaian dan cita-cita pendidikan dan kebudayaan bangsa.

Kepada para pegiat pendidikan di seluruh penjuru Nusantara, ijinkan saya menyampaikan apresiasi atas peran aktifnya dalam mencerdaskan saudara sebangsa.
Kepada Ibu dan Bapak pendidik di seluruh jenjang, yang tak lelah menyalurkan inspirasi, membuka jalan pencerahan, dan membangkitkan asa setiap insan yang dididiknya agar menjadi manusia yang berkarakter, berpengetahuan dan memberikan faedah bagi sekitarnya, ijinkan saya atas nama pemerintah menghaturkan rasa hormat mendalam.

Ibu, Bapak dan Hadirin yang mulia, Hari Pendidikan Nasional kita rayakan sebagai hari kesadaran tentang pentingnya kualitas manusia. Presiden Jokowi menggariskan bahwa Indonesia akan menjadi bangsa yang disegani dunia dan akan berhasil dalam berbagai kompetisi era global jika tinggi kualitas manusianya. manusia yang terdidik dan tercerahkan adalah kunci kemajuan bangsa. Segala capaian yang kita raih sebagai individu maupun sebagai bangsa kolektif tak lepas dari persinggungan dengan pendidikan. Mutu dan jenjang pendidikan berdampak besar pada ruang kesempatan untuk maju dan sejahtera. Maka memastikan setiap manusia Indonesia mendapatkan akses pendidikan yang bermutu sepanjang hidupnya sama dengan memastikan kejayaan dan keberlangsungan bangsa.

Dunia saat ini adalah dunia yang sangat berbeda dengan dunia beberapa dekade lalu. Perubahan terjadi begitu cepat dalam skala eksponensial yang tidak pernah ditemui dalam sejarah umat manusia sebelumnya. Revolusi teknologi menjadi pendorong lompatan perubahan yang akan berpengaruh pada cara kita hidup, cara kita bekerja, dan tentu saja, cara kita belajar. Meramalkan masa depan menjadi semakin sulit karena ketidakpastian perubahan yang ada. Namun yang harus kita pastikan kepada anak-anak kita adalah bahwa kita memberikan dukungan sepenuhnya kepada mereka untuk menyiapkan diri meraih kesempatan yang terpampang di hadapannya.

Salah satu dukungan yang perlu kita berikan pada anak-anak Indonesia adalah memastikan bahwa apa yang mereka pelajari saat ini adalah apa yang memang mereka butuhkan untuk menjawab tantangan jamannya. Keterampilan utuh yang dibutuhkan oleh anak-anak Indonesia di abad 21 ini mencakup tiga komponen yaitu kualitas karakter, kemampuan literasi, dan kompetensi.

Karakter terdiri dari dua bagian. Pertama, karakter moral, sesuatu yang sering kita bicarakan. Karaker moral itu antara lain adalah nilai Pancasila, keimanan, ketakwaan, intergitas, kejujuran, keadilan, empati, rasa welas asih, sopan santun. Yang kedua dan tak kalah pentingnya adalah karakter kinerja. Di antara karakter kinerja adalah kerja keras, ulet, tangguh, rasa ingin tahu, inisiatif, gigih, kemampuan beradaptasi, dan kepemimpinan. Kita ingin anak-anak Indonesia menumbuhkan kedua bagian karakter ini secara seimbang. Kita tak ingin anak-anak Indonesia menjadi anak yang jujur tapi malas, atau rajin tapi culas. Keseimbangan karakter baik ini akan menjadi pemandunya dalam menghadapi lingkungan perubahan yang begitu cepat.

Literasi dasar menjadi komponen kemampuan abad 21 yang perlu kita perhatikan berikutnya. Literasi dasar memungkinkan anak-anak meraih ilmu dan kemampuan yang lebih tinggi serta menerapkannya kepada kehidupan hariannya. Bila selama ini kita berfokus pada literasi baca-tulis dan berhitung yang masih harus kita perkuat, maka kini kita perlu pula memperhatikan literasi sains, literasi teknologi, literasi finansial dan literasi budaya.

Terakhir dan tak kalah pentingnya adalah komponen kompetensi. Abad 21 menuntut anak-anak Indonesia mampu menghadapi masalah-masalah yang kompleks dan tidak terstruktur. Maka mereka membutuhkan kompetensi kemampuan kreativitas, kemampuan berpikir kritis dan memecahkan masalah, kemampuan komunikasi serta
kemampuan kolaborasi.

Ibu, Bapak, dan Hadirin yang mulia, Setiap anak lahir sebagai pembelajar, tumbuh sebagai pembelajar. Kita semua menyaksikan sendiri betapa anak-anak terlahir dengan rasa ingin tahu yang besar dan keberanian untuk mencoba. Proses belajarnya didapatkan melalui permainan dan petualangan. Lalu saat ia mulai melangkah masuk ke sekolah, ia mulai berhadapan dengan struktur dan berbagai peraturan sebagai bagian dari sebuah model masyarakat mini. Struktur dan berbagai peraturan yang ia hadapi ini dapat mengarahkan mereka terus menjadi pembelajar, atau justru sebaliknya, meredupkan hasrat belajarnya.

Adalah tugas kita semua untuk memastikan binar keingintahuan di mata setiap anak Indonesia, serta api semangat berkarya di dalam dirinya tidak akan padam. Adalah tugas kita memberikan ruang bagi anak-anak Indonesia untuk berkontribusi, memajukan dirinya, memajukan masyarakatnya, memajukan kebudayaan bangsanya. Rasa percaya dari orang dewasa kepada anak-anak untuk berkarya dan ikut membawa kebudayaan kita terus bergerak melangkah maju adalah kunci kemajuan negara.

Ibu, Bapak dan Hadirin yang berbahagia, Hari Pendidikan Nasional ini kita rayakan karena kita termasuk di antara yang sudah merasakan dampaknya. Maka pada bulan Mei ini, di mana Hari Pendidikan Nasional terletak, ayo kita ikut bergerak, ikut terlibat dalam memperluas dampak pendidikan terhadap saudara-saudara sebangsa yang belum sepenuhnya merasakan kesempatan itu. Karena itulah pada tahun ini kita memilih tema “Nyalakan Pelita, Terangkan Citacita” sebagai tema keriaan Hari Pendidikan Nasional. Kita ingin pendidikan benarbenar berperan sebagai pelita bagi setiap anak Indonesia yang akan membuatnya bisa melihat peluang, mendorong kemajuan, menumbuhkan karakter, dan memberikan kejernihan dalam menata dan menyiapkan masa depannya.

Mari kita perluas keriaan pendidikan dan kebudayaan selama sebulan ke depan. Kita bayar balik apa yang telah kita dapatkan dari pendidikan, kita gelorakan semangat bergerak untuk pendidikan, dan kita teruskan ikhtiar bersama ini.
Kepada semua yang telah merasakan manfaat pendidikan dan di bulan pendidikan ini, sapalah para pendidik kita dulu. Tanyakan kabarnya, ucapkan terima kasih dan tunjukkan apreasiasi pada mereka, para pendidik dan pejuang pendidikan. Lalu mari sama-sama kita tetapkan bahwa ikhtiar memajukan pendidikan akan kita lanjutkan dan kembangkan.

Semoga Allah SWT, Tuhan Yang Maha Melapangkan dan Maha Meninggikan, selalu meridhai ikhtiar kita untuk mencerdaskan kehidupan bangsa kita tercinta.

Selamat Hari Pendidikan Nasional, Selamat merayakan dan memeriahkan bulan pendidikan dan kebudayaan.

Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Jakarta, 2 Mei 2016
Anies Baswedan, Ph.D.

 

 

 

Sabtu, 07 Mei 2016 12:41

Pesan Mendikbud

 

 

 

Selamat Hari Pendidikan untuk anak muda yang belajar di perantauan.
=========================

Lampu belajar masih menemani. Buku masih terbuka. Berjam-jam duduk di meja belajar. Mata terus membaca, tangan mencatat di buku tulis. Di kamar yang mungil, jauh dari kampung halaman.

Ribuan, bahkan ratusan ribu anak muda tinggalkan kampung halaman, jauh dari Ibu, Ayah, dan saudara mereka. Kampung halaman yang penuh kenangan masa kecil itu mereka tinggalkan untuk satu tujuan: pendidikan.

Semua pasti masih ingat saat keluarga mengantarkan, melepas bersekolah jauh. Kristal butiran air mata Ibu saat melepas anak berangkat seakan cermin jernihnya cinta. Anak adalah cinta berbalut harapan. Ibu melepaskan anak untuk merantau jauh demi pendidikan yang lebih baik; melepaskannya dengan cinta, mengalunginya dengan harapan, dan menyematkannya doa tanpa akhir.

Buat anak-anak muda yang sedang di rantau, jauh dari Ibu, Ayah dan saudara, pada malam menjelang Hari Pendidikan ini, saya ucapkan selamat berjuang, selamat belajar.

Rute perjalanan yang kalian tempuh adalah rute yang telah mengantarkan jutaan anak muda negeri ini meraih kehidupan yang lebih baik. Jaga stamina!

Yakinlah bahwa pendidikan akan bisa mengantarkan pada kehidupan yang lebih baik. Pendidikan jadi tangga untuk menuju cita-cita, menuju harapan. Tiap hari satu anak tangga dilewati.

Anak muda memang seharusnya pilih jalan mendaki. Jalan berat penuh tantangan tapi bisa mengantarkan ke puncak. Jadikan perpisahan dengan keluarga itu sebagai awal perjumpaan dengan cita-cita.

Pada tiap lembar bacaan, ada doa Ibu dan Ayah. Pada tiap karya tulis dan pekerjaan dari guru atau dosen, ada harapan dari Ibu dan Ayah. Mereka mungkin tidak tahu satu per satu yang dikerjakan anaknya, tapi mereka tak pernah berhenti hibahkan semua yang mereka miliki untuk kebaikan dan kebahagiaan anak mereka.

Teruslah belajar. Jangan biarkan waktu bergulir tanpa makna. Buka hari dengan cerahnya mata hati, dan tutup hari dengan tuntasnya asupan ilmu dan pengetahuan baru.

Janjilah kepada Ibu dan Ayah, suatu hari nanti mereka akan melihat anak mereka pulang membawa ilmu, membawa makna dan menjawab semua doa dengan melampaui  harapan Ibu dan Ayah mereka. Izinkan mereka kelak menyongsongmu dengan rasa bangga dan syukur. Doa tulusnya dijawab oleh keberhasilan anaknya.

Selamat Hari Pendidikan, selamat memasuki Bulan Pendidikan, selamat meneruskan belajar, dan selamat melampaui cita-cita!

Salam,

Anies Baswedan
Cilandak, 1 Mei 2016, 23.07

 

 

 

Selasa, 22 Maret 2016 08:46

Tiga Tabi'at Waktu Seorang Muslim

 

 

 

Inilah tiga tabi’at waktu yang mesti diperhatikan seorang muslim. Karena muslim yang baik adalah yang dapat memanfaatkan waktunya untuk memperbanyak amal kebaikan. Lalu bagaimana cara memanfaatkan waktu? Setidaknya ada tiga hal dapat dilakukan.

Pertama, melakukan hal yang bermanfaat dan meninggalkan yang tidak bermanfaat. Rasulullah saw bersabda: “Di antara tanda baiknya keislaman seseorang adalah meninggalkan apa-apa yang tidak bermanfaat baginya.”Maksud “manfaat” di sini mencakup kebaikan dunia dan akhirat.

Kedua, memanfaatkan waktu luang. Rasulullah saw. bersabda: “Dua kenikmatan yang kebanyakan manusia tertipu olehnya, yaitu nikmat sehat dan waktu luang.” Karena manusia jika tidak sibuk dengan kebaikan, maka ia akan sibuk dengan kemaksiatan. Sering seseorang merasa bingung memanfaatkan waktu luang, lalu setan membisikkan kepadanya untuk berbuat sesuatu yang tidak ada manfaatnya bahkan kemaksiatan. Padahal mereka juga sering mengeluh karena kesibukan yang mereka jalani dan tidak punya banyak waktu untuk beribadah.

Ketiga, memanfaatkan waktu untuk menjalankan kewajiban dan memenuhi hak dengan seimbang.

Rasulullah saw. pernah menasehati seorang sahabatnya yang gemar puasa sepanjang hari dan qiyamul lail sepanjang malam. Beliau bersabda: “Jangan begitu, puasalah dan berbukalah sholatlah dan tidurlah. Sesungguhnya badanmu memiliki hak atasmu, matamu memiliki hak atasmu, istrimu memiliki hak atasmu, dan tetanggamu memiliki hak atasmu.”

Dengan mengetahui tabi’at waktu dan memahami cara memanfaatkannya seorang muslim diharapkan dapat memaksimalkan umurnya untuk mendekatkan diri kepada Allah. Dia harus waspada agar jangan sampai terkena tipu daya setan yang menjadikan usianya berlalu dengan sia-sia.

Wallahu a’lam bish shawab.

Turaihan, S.Pd.I

 

 

 

 

 

 

Di sebuah hotel yang melaksanakan program go green, menghimbau tamu-tamunya untuk hemat dalam memakai handuk. Kalau memang masih bersih, tamu disarankan untuk menjemur handuk dengan baik di kamar mandi. Sebab, mencuci satu handuk sama dengan menghabiskan air dari 1 pohon. Bila setiap hari sebuah hotel mencuci 500 handuk, itu artinya telah memakai air dari 500 batang pohon. Betapa borosnya dan betapa mahalnya biaya satu handuk.

Berapa juta pohonkah yang harus tetap terawat dengan baik agar dapat menyimpan air dengan baik untuk memenuhi kebutuhan mencuci bagi ribuan hotel di sebuah negara?

Bila tamu-tamu hotel abai dan cuek saja dengan himbauan tersebut, lalu tiga malam dia menginap tiga pula handuk yang dia pergunakan dari hotel, handuk yang baru dipakai sekali mandi dia biarkan kotor dan tergeletak dilantai, tentu lingkungan hidup kita akan semakin sulit untuk dijaga. Padahal, handuk yg sekali pakai tersebut masih sangat bersih dan layak dipakai sekali atau duakali mandi lagi.

Ini baru satu perilaku sederhana dalam penggunaan handuk yang berefek kepada borosnya air. Tapi perilaku sederhana ini, bila terbentuk dalam setiap orang, akan memberikan manfaat yang besar pada kesinambungan hidup manusia.

Di sebuah kota, pemerintahnya telah membagi jadwal pembuangan sampah dari setiap rumah. Sampah plastik satu hari. Besoknya sampah basah. Dan begitu seterusnya. Yang tidak terpilah sampahnya, tidak akan diambil oleh petugas, dan malah akan didenda. Akibatnya, setiap rumah telah memilah dulu sampah-sampahnya. Dan menaroknya di depan rumah masing-masing sesuai jadwal.

Awalnya aturan ini sangat berat menjalankannya. Bahkan menimbulkan perlawanan dari sebagian yang merasa kenyamanannya terganggu. Atau orang-orang yang sudah terbiasa membuang sampah seenaknya tanpa mau memilah. Namun karena kegigihan pihak pelaksana, pelan tapi pasti, masyarakat itu mulai terbiasa membuang sampah secara teratur. Bahkan 150an ribu keluarga sudah sangat teratur. Dan ratusan bank sampah terbentuk di kota tersebut. Akibatnya kota menjadi lebih bersih, pengelolaan sampah menjadi lebih murah bahkan produktif.

Seorang Ustadz kondang sudah terbiasa merapikan letak sandalnya ketika akan masuk masjid. Sandal tersebut dia susun rapi menghadap keluar. Tidak lupa, beberapa pasang sandal di kanan kiri sandalnya, beliau rapikan juga menghadap keluar. Begitulah selalu beliau lakukan ketika hendak masuk masjid.

Awalnya kelihatan aneh. Tapi lama kelamaan banyak jamaah yang meniru gaya sang ustadz. Akhirnya itupun menjadi kebiasaan bersama yang ringan. Sandal sepatu berjejer rapi menghadap keluar. Saat selesai shalat dan keluar masjid, kaki tinggal disorongkan ke sandal masing-masing. Kalau masih ada sepasang dua pasang sepatu yang tidak teratur atau terbolak-balik, kemungkinan besar itu tamu yang belum terbiasa "teratur".

Di sebuah negara, sudah menjadi kebiasaan bila terjadi macet kendaraan, maka semua mobil mengambil jalur kiri dan yang paling kanan. Adapun yang tengah dikosongkan. Tidak ada yang berani mengisi atau melewatinya. Mereka tetap sabar dan disiplin. Untuk apa jalur tengah yang kosong ini? Sementara di bagian pinggir kanan dan kiri banyak mobil macet berjejer?

Jalur ini diperuntukkan bagi ambulan, pemadam kebakaran dan mobil polisi. Sehingga bila ada kecelakaan, kebakaran atau korban yang perlu dievakuasi cepat dan segera, maka pertolongan akan mudah sampai ke lokasi dan pertolongan dapat segera diberikan.

Hari ini kita masih terus menyaksikan disekitar kita, tidak hadirnya peradaban karena hilangnya karakter. Tidak muncul kemajuan karena rendahnya kepedulian dan rasa tanggung jawab.

Kita menyaksikan orang-orang yang membuang sampah sembarangan dan seenaknya. Jelas-jelas ada bak sampah yang besar, tapi sampahnya ditarok diluar bak sampah. Apatah lagi untuk memilah sampah dari rumah. Takkan mau mereka melakukan.

Di jalan raya, mobil-mobil baru dan mewah bersileweran. Tanda sebagian orang ekonominya sudah naik kelas. Namun, ternyata ilmu dan akhlaknya belum naik kelas. Tidak sedikit kita temukan, dari jendela mobil mewah tersebut, mereka membuang sampah ke jalan. Ke kiri atau ke kanan. Kadang ada pengendara lain yang terganggu atau tertimpa karena lemparan sampah tersebut.

Bila kita berkunjung ke masjid, didepan pintu masjid sandal dan sepatu berserakan tidak terartur. Padahal kadang ada raknya di dekat itu, tapi tidak digunakan. Masing-masing tidak peduli dengan kerapian.

Begitu juga dijalan raya. Jangankan akan mengosongkan satu jalur, jalan yang satu jalur saja bisa dipaksa menjadi dua atau tiga jalur mobil. Karena masing-masing ego dan tidak mau mengalah. Sedikit saja celah, kepala mobilnya langsung masuk.

Apalagi pengendara sepeda motor. Banyak yang tidak ada etika dan sopan santun berkendara. Motornya tak kenal berhenti. Yang ada hanya gigi maju, tak ada gigi berhenti. Kanan atau kiri tak peduli, setiap celah mesti dikebut mengisinya. Bila nampak ada mobil yang mau berbelok, dan bahkan sudah mengasih kode lampu, justru motornya semakin kencang dan dikebut. Tak ada cerita mengalah.

Lama-kelamaan masyarakat semakin rusak. Satu sama lain tidak peduli. Kehidupan semakin ganas. Peradaban akan hancur. Nafsi nafsi....

 

 

 

Kamis, 17 Maret 2016 07:54

Rumah Orang Beriman

 

 

 

 

 

 

 

rumah bagi hamba yang beriman bukan hanya untuk berteduh, tempat tinggal keluarga apalagi hanya untuk status sosial. Hamba beriman itu tahu persis TUJUAN HIDUP yang sebentar ini, inilah diantara fungsi rumah bagi hamba berIman :

1. "Al musholla", rumah ibadah untuk meraih ridho Allah, dihidupkan dg tadabuurul Qur'an dan sholat sholat sunnah, "Terangilah rumah-rumahmu dg sholat dan membaca Al-qur'an (HR Baihaqi).

2. "Al Madrasah", majlis ilmu, ayah ibu gurunya, anak anaknya menjadi muridnya, demikian pula suami gurunya bagi istrinya (QS Luqman 13).

3. "Al Junnah", benteng penjagaan iman keluarga dan benteng dari penyakit sosial, “Selamatnya seseorang ketika terjadi fitnah adalah dg menetapi rumahnya” (HR Ad Dailami).

4. "Al maskanah", pelipur lara dan pelepas duka untuk ketenangan (QS Ar Rum 21).

5. "Al Maulud" tempat memperbanyak keturunan umat nabi Muhammad (QS An Nisa 1).

6. "Al Markaz", mempersiapkan generasi dakwah yang tangguh, “Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu” (QS at-Tahriim:6).

7. "Al mahyaus Sunnah" untuk menghidupkan sunnah sunnah. Rasulullah, cara makan, minum, adab hubungan suami istri dsb (QS Al Ahzab 21).

8, "Al Marham" forum liqo, shilaturrahm dg tetangga dan sahabat mu'min (QS An Nisa 1).

9. "Al Masykuur" tempat bersyukur atas semua ni'mat karunia Allah tiada terhingga (QS Ibrahim 7).

money can buy a house but money can not buy a home, uang memang dapat beli rumah yg mewah sekalipun tetapi uang tidak dapat beli ketenangan dan kebahagiaan, kecuali rumah itu dihuni oleh hamba hamba Allah yg beriman, maka tenang, damai, bahagia pun diraih, Syurga sebelum Syurga.

"Allahumma ya ALLAH jadikanlah rumah kami, rumah yang penuh dg RAHMAT dan BERKAHMU...aamiin".

 

 

 

 

 

 

 

Rabu, 16 Maret 2016 07:37

Pemuda Terbaik

 

 

 

Kalau saja Mahmed II hidup kembali dan melihat kondisi pemuda saat ini, mungkin ia sudah geleng-geleng kepala tak habis pikir. Ah, betapa kualitas kita dan dirinya terbentang amat jauh!

Saat kebanyakan pemuda berumur 21 tahun sudah angkat dagu, bangga bisa taklukkan hati wanita, Muhammad Al-Fatih sudah mampu taklukkan Konstantinopel!

Saat para pemuda bersenang-senang habiskan umur 8 tahunnya dengan menghafal lagu-lagu orang dewasa, Muhammad Al-Fatih sudah hafalkan seluruh ayat Al-Quran dalam kepalanya.

Saat para pemuda masih bingung dengan mimpinya, tidak tahu akan jadi apa, "let it flow" katanya, Muhammad Al-Fatih sudah bertekad dengan lantang sejak kecil, "Ayah, aku ingin menaklukkan konstantinopel!"

Tekadnya tidak berakhir dengan teriakan lantang saja. Muhammad Al-Fatih memiliki visualisasi mimpi yang teramat jelas. Sejak kecil ia bersama ayah dan gurunya sudah memandang Benteng Byzantium dari atas bukit.

“Nak, benteng itu yang akan kau taklukkan nanti," seru Sang Ayah.

Muhammad Al-fatih bahkan memiliki ruangan khusus berisi miniatur Konstantinopel, lengkap dengan peta dan strategi perang. Betapa ia tidak main-main dengan mimpinya.

Saat para pemuda begitu mudah mengeluh, merasa punya segudang masalah dan tekanan hidup, lalu menganggap hidupnya akan berakhir sia sia, Muhammad Al-Fatih sudah dibebankan amanah yang begitu besar bahkan sejak ia lahir ke dunia.

Ia menjadi tumpuan harapan tiga generasi akan takluknya konstantinopel, janji Allah yang diucapkan Rasulullah ratusan tahun silam. (Hadist....saat Rasul memecahkan batu waktu membuat parit Perang Khandaq...cari saja.)

Ia menjadi harapan dari 6 abad perjuangan para pendahulu. Bayangkan! harapan 600 tahun perjuangan para pendahulu dibebankan pada pundaknya! Ah, tapi sedikitpun ia tak gentar, tak mundur barang sejengkal!

Saat para pemuda habiskan waktunya untuk bersenang-senang, maraton film, nongkrong berjam-jam, Muhammad Al-Fatih memilih tingkatkan kemampuan fisik dan mengisi otaknya. Ia kuasai teknik bela diri, memanah, berkuda, berenang, strategi berperang, Ilmu fiqh, hadis, astronomi, dan matematika. Ia juga menguasai banyak bahasa; Arab, Turki, Persia, Ibrani, Latin, dan Yunani.

Saat para pemuda dengan mudah hancur mentalnya ketika direndahkan atau dihina orang lain, Muhammad Al-Fatih punya hati seluas samudera, mental sekuat baja. Tak terhitung berapa banyak orang yang merendahkannya saat ia diangkat menjadi Raja pada umur 19 tahun. "Bocah ingusan!" cela orang. Musuh dan lingkaran orang kerajaan meremehkan kemampuannya. Kerajaan musuh menyerang saat tahu Muhammad Al-Fatih diangkat menjadi sultan. Tapi ia lebih memilih memberikan bukti nyata.

Saat para pemuda habiskan air matanya untuk kekasih hati yang tidak jelas, Muhammad Al-Fatih memilih habiskan air matanya untuk memohon ampunan dan panjatkan harapan. Sejak baligh, tak pernah satu malam pun ia lewatkan salat Tahajud. Ialah Pedang Malam, yang selalu diasah dengan tulus ikhlas.

Saat para pemuda lupa dan meninggalkan Tuhan, "nanti saja kalau sudah tua" fikirnya, Muhammad Al-Fatih tak sekalipun pernah meninggalkan Allah dalam tiap urusannya. Ia miliki 250ribu pasukan yang tak sekalipun meninggalkan salat wajib. Ia laksanakan salat Jumat sebelum menyerang Konstantinopel. Salat yang shaffnya terpanjang dalam sejarah, 4 km membentang dari Pantai Marmara hingga Selat Golden Horn di utara! Gema takbir bersahutan, menggetarkan, menjadi semangat saat menggempur lawan!

Saat para pemuda kehabisan cara dan ide-ide cemerlang untuk meraih mimpinya, Muhammad Al-Fatih tak kehabisan cara, bahkan yang menurut orang lain gila.

Yang ia hadapi ialah Benteng Byzantium! Dibatasi laut dengan pagar rantai besi, terbuat dengan teknologi terhebat pada zamannya, tak mampu ditembus selama 11 abad.

Kokohnya Benteng Byzantium tak membuat Ia kehilangan akal. Tak bisa menyeberangkan 70 kapal lewat laut, ia lumurkan minyak pada ratusan gelondongan kayu, lalu jalankan seluruh armada kapal melintasi bukit hanya dalam satu malam!

Hoila!

Pagi hari menjelang, musuh kaget bukan kepalang. Benteng Byzantium yang selama 11 abad tak terhancurkan, hari itu telah mampu ditembus!

Merekalah yang Rasulullah sebut dengan sebaik-baik pemimpin dan sebaik-baik tentara,

“Konstantinopel akan jatuh di tangan seorang pemimpin yang sebaik-baik pemimpin, tentaranya sebaik-baik tentara, dan rakyatnya sebaik-baik rakyat.”

Lalu saat ini, kita sadar akan bentang yang amat jauh antara kualitas pemuda saat ini dan di zaman Muhammad Al-Fatih. Ada jurang pemisah yang terpampang dengan nyata. Kita juga sadar akan ketinggalan yang amat jauh. Oleh karena itu, kita harus mengejar itu semua dengan kerja keras dan kesungguhan.

"Kaki anak Adam tidaklah bergeser pada hari Kiamat dari sisi Rabbnya sehingga ditanya tentang lima hal; tentang umurnya untuk apa dia habiskan, tentang masa mudanya untuk apa dia pergunakan, tentang hartanya dari mana dia peroleh dan kemana dia infakkan dan tentang apa yang telah dia lakukan dengan ilmunya." (HR. Tirmidzi)

Kelak masa muda akan dimintai pertanggungjawabannya. Mereka yang memberi manfaat yang akan kekal, namanya abadi tercatat di bumi dan langit.

 

 

 

Selasa, 15 Maret 2016 09:50

Ujian dari Allah

 

 

 

Cara Allah mencintai hambaNya, salah satunya adalah memberikan ujian sesuai dengan porsinya..
Porsi setiap hamba tentunya berbeda disesuaikan dengan kapasitasnya dan kadar keimanannya..
.
Tentunya di setiap soal selalu dibuat pula kunci jawabannya..
Allah yang memberikan masalah..Allah pula yang akan memberikan jawabannya..
Maka sebelum mencari jawaban permasalahan.."carilah" Allah sebagai pemegang kunci jawaban..
Sekali sekali Allah tidak pernah menzalimi hambaNya..
.
Ketika Allah memberikan ujian kepada kita..karena Allah tau kita yang sanggup melaluinya..belum tentu ujian ini bisa dilalui oleh yang lain..Allah percaya pada kita..=')
.
Bukankah kebahagiaan dan nikmat yang Allah berikan selama kita hidup tak sebanding dengan ujian yang kita dapatkan?
.
Bukankah ujian jika dihadapi dengan kesabaran maka akan membersihkan dosa-dosa dan meninggikan derajat kita di hadapanNya?
.
Bukankah pula dengan ujian kita kembali diingatkan bahwa kita ini sangat lemah dan sangat membutuhkan Allah?
.
Bukankah dengan ujian yang menimpa kita terkadang menghilangkan sifat ujub pada diri kita?
.
Terkadang kita merasa ujian kita paling berat..padahal di luar sana banyak yang lebih berat ujiannya daripada kita..
.
Berhusnudzonlah kepada Allah, yakinlah bahwa dibalik ujian dan musibah yang menimpa kita ada kebaikan dan hikmah.
.
“Maka mungkin kalian membenci sesuatu padahal Allah menjadikan padanya kebaikan yang banyak” (QS An-Nisaa : 19)
.
Bahkan bisa jadi musibah atau ujian yang kita benci tersebut bahkan mendatangkan banyak kebaikan.Hanya terkadang kita perlu bersabar untuk memahami semua skenario Allah tersebut..=)
.
Jadi mulai sekarang ketika kita diuji..berhusnudzonlah kepada Allah dan katakan pada diri kita.."sabar duhai diri..kita sedang disayang Allah.."
.
Allah tak pernah salah memberikan ujian kepada hamba2Nya..=)
.
Sabar dan ikhlas adalah kuncinya..
.
Ajarkan kami memiliki hati yang sabar dan ikhlas dalam menerima semua ketentuanmu Ya Rabb...aamiin Ya Mujib...

 

 

 

Selasa, 15 Maret 2016 09:47

Tidak ada yang mustahil bagi Allah

 

 

 

TIDAK ada satu pun zat yang mampu mempermudah urusan kita kecuali Allah. Jika kesadaran itu telah tumbuh dalam hati seorang muslim, seharusnya ia tidak bisa lagi dilanda bimbang dan sedih dalam perjalanan hidupnya. Sebesar apapun masalah yang sedang dihadapi, ia tetap dengan tenang menghadapi masalah itu sambil berkata tegas, “Bagi Allah, tidak ada yang sulit.”

Ketika begitu banyak manusia yang frustasi karena permasalahan hidup yang makin kompleks, seorang muslim yang percaya pada Kuasa Allah tetap rileks dalam menyelesaikan masalah hidupnya setahap demi setahap.

Di saat begitu banyak orang yang putus asa karena merasa beban hidupnya sudah terlampau berat, seorang muslim yang percaya pada ‘kun fa yakun’ nya Allah akan senantiasa tenang dalam menghadapi beban-beban berat dalam hidupnya.

Alangkah tenangnya hidup kita ketika yakin bahwa Allah selalu bersama kita. Allah tidak akan membiarkan hamba-hamba-Nya yang beriman hidup sengsara di dunia ini. Allah tidak mungkin memberikan beban atau masalah di atas kemampuan dan kapasitas makhluknya.

“Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya.” (QS. Al-Baqarah: 286)

 

 

 

Selasa, 15 Maret 2016 09:23

Ketua PB PGRI Wafat

 

 

 

REPUBLIKA.CO.ID,‎ JAKARTA -- Ketua Umum Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Sulistiyo meninggal dunia, Senin (14/3). Sulistiyo meninggal siang tadi di Rumah Sakit Mintohardjo, Pejompongan, Jakarta Pusat.

Pria yang juga menjabat sebagai anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI asal Jawa Tengah ini meninggal di usia 54 tahun. Rasa duka turut disampaikan oleh Ketua DPD RI, Irman Gusman. 

"Saya turut berdukacita yang mendalam atas meninggalnya sahabat saya Dr Sulistyo," tulis Irman dalam akun Twitter-nya, Senin (14/3). 

Dari informasi yang diterima Republika.co.id, Sulistyo meninggal dalam kecelakaan kebakaran ruang RUBT RS Mintoharjo/RS TNI AL yang diakibatkan korsleting istrik. 

Irman pun merasa salut atas pengabdian Sulistiyo terhadap pengabdiannya di dunia pendidikan Tanah Air. "Bangsa Indonesia kehilangan sosok pendidik yang gigih dan kokoh memperjuangkan hak-hak guru di Indonesia," kata dia.

 

 

 

Halaman 6 dari 28