• Twitter
  • Facebook
  • Google+
  • LinkedIn
  • Flickr
  • Vimeo
  • YouTube
  • RSS
Please select your page
Imam Samodra

Imam Samodra

Rabu, 03 Februari 2016 08:19

ABBS adakan Try Out UN

 

 

 

SMA ABBS menyelenggarakan Try Out (uji coba) 2 Ujian Nasional. Kegiatan ini dilaksanakan untuk mempersiapkan anak - anak dalam menghadapi Ujian Nasional yang akan berlangsung pada 4 - 6 April 2016. Dengan target memperoleh Peringkat 3 Besar di UN Surakarta diperlukan kerja sama dari berbagai macam pihak. Semoga selalu sukses, nak.

 

 

 

Rabu, 03 Februari 2016 08:13

ABBS adakan Ujian Praktek

 

 

 

 

SMA ABBS Surakarta menyelenggarakan Ujian Praktek bagi siswa level 12. Kegiatan ini merupakan salah satu penilian yang akan dalam Ujian Sekolah. Ujian Praktek dilaksanakan dalam dua tahap yaitu tahap pertama (11 - 15 Januari 2016) mapel bahasa indonesia, bahasa arab, PAI, bahasa inggris dan olahraga sedangkan tahap 2 (1 - 2 Februari 2016) mapel fisika, kimia, biologi dan TKJ.

 

 

 

 

Rabu, 03 Februari 2016 08:05

ABBS Juarai Lomba Pidato Bahasa Arab

 

 

 

Alhamdulillah, ananda Luqman Al Qalasadi (X.MIPA Ibnu Sina) berhasil meraih Juara 2 dalam Lomba Pidato Bahasa Arab yang diselenggarakan oleh panitia syariah fair di TBJ. Sebuah kebanggan bagi ananda Luqman dan SMA ABBS Surakarta.

Sukses selalu, ABBS!!!

 

 

 

Kamis, 14 Januari 2016 08:38

Lemon 2016

Setelah sukses menyelenggarakan Lemon 2015, OSIS SMA ABBS Surakarta kembali akan menyelenggarakan Lemon 2016.

Adapun Deskripsi Acara Lemon 2016, silahkan download disini. Sedangkan Formulir dan Tata Cara Pendaftaran, silahkan download disini.

Kamis, 07 Januari 2016 07:41

Story for our childrens

Dear Parents,

* Tarzan lives half naked,
* Cinderella comes home at midnight,
* Pinocchio lies all the time,
* Aladdin is the king of thieves,
* Batman drives at 200 mph,
* Romeo and Juliet commit suicide out of love,
* Harry Potter uses witchcraft,
* Mickey and Minnie are more than just friends,
* Sleeping Beauty is lazy,
* Dumbo gets drunk and hallucinates,
* Snow White lives with 7 guys.

We shouldn’t be surprised children misbehave, they get it from their storybooks and cartoons which ''we'' provide them...

We should instead be teaching them stories like;

*Abu Bakr (ra)’s loyalty and undying service for his master,
*Umar ibn Khattaab (ra)’s love for justice and tolerance,
*Uthman ibn Affan (ra)’s level of shyness and modesty,
*Ali ibn Abi-Talib (ra)’s show of courage and bravery,
*Khalid ibn Waleed (ra)’s desire of combating evil,
*Fatima bint Muhammad (ra)’s love and respect to her father,
*Sallahuddin Al-Ayubi (ra)’s conquest of the promised land,

Above all, we should teach them about Allah (subhanahu wa ta'ala).

If we are teaching our kids stories from the authentic Qur’an and Sunnah AND implementing it, InshaAllah they will never be lead astray.

A reminder for myself first and foremost. I got it from a Whatsapp group and want to share with everyone.

#Repost

Selasa, 05 Januari 2016 14:51

Taqwa

 

 

 

Semester 2 telah tiba

Setumpuk tugas, PR dan ulangan terbayang sudah di depan mata

Sebenernya sejak terima LCK (raport) kita pasti sudah mempunyai target bahwa 'SEMESTER DEPAN HARUS LEBIH BAIK LAGI'. Emang begitu seharusnya.

 

Saat kita punya impian, saat kita punya rencana, saat kita punya target yg akan kita capai, pasti deretan checklist segera kita buat. Segenap variabel pendukung pasti akan kita gunakan utk mencapai target kita.

Apa sih target kita?

Masing2 pastilah beda, misal

- The best maksimal

- all 100 for exam

- hafal 2 juz, 3 juz, 4 juz dst

- juara di tournamen atau olimpiade2 sesuai bakat

- sukses memulai usaha

Ñ masih banyaak lagi...

 

Variabel apa yg kita kerahkan utk mencapainya?

- atur jadwal yg kenceng

- no FB no Hp on weekdays

- les/tambahan

- upgrade laptop biar blajar maksimal

- punya soulmate yg pinter biar bisa ngajarin

Variabel ini juga masih banyaak lagi...

 

Sekarang pertanyaannya,

Apakah variabel2 tersebut menjamin tercapainya target2 kita di atas tadi?

Siapakah yg akan menjadikan kita The best?

Siapakah yg akan memudahkan kita blajar?

Siapakah yg akan membuat kita tepat waktu dg jadwal?

Siapakah yg akan menenangkan kita saat kita nahan Ъќ fb-an/hp-an?

Siapakah yg akan menyehatkan kita shg lancar kegiatan kita?

Yes, HANYA ALLAH yg bisa menjamin tercapainya semua target kita. Sangat mudah bagiNya untuk memberikan itu semua untuk kita.

 

Jadi variabel apa  yg pertama seharusnya kita usahakan? Jadwal ketat kah? Les kah?

NO!

Yang pertama kali harus kita upayakan adalah KETAQWAAN. Ya, Ketaqwaan kepadaNya.

 

Taqwa adalah kita MELAKSANAKAN PERINTAHNYA DAN MENJAUHI LARANGANNYA.

Ingat dlm surat At Thalaq 2-4

(2) Wamayyattaqillaaha yaj'allahu makhrojan >> Siapa yg bertaqwa kepada اَللّهُ niscaya Dia akan membukakan jalan keluar baginya.

(3) Wayarzuq'hu min haytsu laa yahtasib >>Dan dia memberi rezeki dr arah yg tdk disangka2

Wamayyatawakkal 'alallaahi fahuwa hasbuhuu innallaha balighu amrihi >> Dan barang siapa bertawakal kpd اَللّهُ niscaya اَللّهُ akan mencukupkan keperluannya, sesungguhnya اَللّهُ melaksanakan urusanNya

(4) Wamayyattaqillaaha yaj'allahu min amrihii yusroo >>Dan barang siapa bertaqwa kpd اَللّهُ, niscaya Diamudahkan urusannya

 

See?

Kita 'hanya' disuruh melaksanakan perintahNya sebaik2nya, dan menjauhi larangannya.

Variabel2 lainnya tidak akan berhasil tanpa ada TAQWA. Tapi bisa jadi, dengan variabel Taqwa maka variabel yg lainnya hanya jadi formalitas (cuman jadi syarat, Ъќ perlu ngotot). Yg namanya 'syarat' ya tetep harus dilakukan kan...

 

Jadi, semester 2 ini kita harus gimana nih?

Shalat 5 waktu TEPAT WAKTU, baru ikuti jadwal kita (bukan blajar dulu sholatnya ntar2)

- Shalat Malam, minta sebanyak2nya, baru ngerjain PR yg blm kelar

Shalat Dhuha, baru beraktifitas di sekolah (usahakan kita nggak pede sekolah sblm dhuha)

Target ngaji/hafalan brapa banyak dulu sebelum bikin target nilai 100

Puasa sunnah dulu sebelum punya pengen2 yg lainnya (menang lomba/tournamen/olymp)

sedekah dulu sebelum brangkat utk ulangan

- Jangan maksiat dan 'jangan2' yg lainnya yg memang dilarang (melakukan hal2 yg dilarang akan menyebabkan Allah menunda datangnya rejeki kita)

 

SIAPKAH???

Taqwa dulu, baru pasang target. Kita hanya disuruh NURUT dan SABAR (it mean TAWQA wa TAWAQAL), maka urusan kita Allah yg akan urus, rejeki kita akan datang dr arah yg tdk kita sangka, keperluan kita akan dicukupkan, kesulitan akan diberikan jalan keluar.

APA LAGI? Ъќ ada lagi, beres sudah semuanya.

 

SIAP ya... ALLAH DULU, ALLAH LAGI, ALLAH TERUS...Insya Allah semua rencana kita mendapat ridhoNya. Aamiin..

 

Doa ibuk+bapak untuk yang besok pada mulai sekolah,

loving u all, nak

IBUK.

(inspirasi pesan by bapak)

*diambil dari Facebook Bunda Yuti (orang tua siswa SMA ABBS Surakarta)

 

 

 

Selasa, 05 Januari 2016 14:32

Blog Guru

Pembaca yang budiman, kami informasikan bahwa Bapak / Ibu Guru SMA ABBS Surakarta telah memiliki blog / wordpress yang akan digunakan untuk memberikan tugas. ulangan, materi, PR maupun pelaporan hasil belajar.

Kami berharap melalui blog tersebut bisa terjalin komunikasi yang lebih baik lagi.

Terima kasih.

 

NB : Blog guru bisa dilihat di panel atas, dua dari kiri.

 

 

 

Oleh : Nursanti Arsamid, S.Pd, M.Pd.

Perkembangan kehidupan yang terjadi saat ini, pelan tapi pasti menjadikan manusia seolah terkotak-kotakkan. Perubahan ini, lambat laun mengantarkan kita pada tingginya rasa individualitas, terkikisnya nilai-nilai moral secara perlahan serta ambisi untuk menonjolkan keegoannya sebagai manusia berani. Semua ini menyebabkan kita lupa bahwa sesungguhnya manusia tak dapat hidup tanpa peran orang lain.

Kondisi ini pulalah yang saat ini menghinggapi anak didik kita. Anak didik sebagai objek dari pelaksanaan pendidikan, telah mulai menunjukkan kondisi ini. Dengan dalih ingin dikatakan sebagai manusia yang mengikuti perkembangan zaman, etika dan sopan santunpun berani di “tabrak”. Ujung-ujungnya, anak didik mulai bertindak lebih berani. Guru yang tidak disukai pun berani didemo.

Kebiasaan mengemukakan pendapat yang biasanya diajarkan dalam salah satu mata pelajaran pun, dianggap sebagai cara yang jitu untuk mengeritik gurunya. Mengeritik apa saja yang tidak disukai ala mereka, tanpa pernah merasa bersalah atau merasa sikapnya itu tidak benar. Nonsen katanya! Ini zaman reformasi, setiap orang bebas mengemukakan pendapat. Itulah dalih untuk membenarkan sikapnya. Saya jadi teringat pada sebuah syair lagu :

Kita bisa pandai menulis dan membaca karena siapa ?
Kita bisa tahu beraneka bidang ilmu dari siapa ?
Tentu kita semua sepakat dengan satu jawaban : “dari guru”.

Melihat kondisi demikian, tentu kita sangat mendukung sekali adanya upaya untuk mengembangkan pendidikan berkarakter di sekolah-sekolah. Diharapkan dengan pendidikan karakter anak didik yang memiliki etika akan tetap ada, sehingga tercipta kembali generasi yang bermoral dan bertanggung jawab serta mampu menunjukkan jati dirinya sebagai manusia yang berbudaya.

Doni Koesoema (2007) mengungkapkan secara singkat, bahwa pendidikan karakter diartikan sebagai sebuah bantuan sosial agar individu itu dapat bertumbuh dan menghayati  kebebasannya dalam hidup bersama dengan orang lain. Pendidikan karakter, bertujuan membentuk setiap pribadi menjadi insan yang berkeutamaan.

Mengembangkan pendidikan karakter di sekolah, adalah lebih diutamakan pada bagaimana menanamkan nilai-nilai tertentu pada diri anak didik. Nilai-nilai yang dimaksud, adalah yang berguna bagi pengembangan pribadinya sebagai makhluk individual sekaligus sebagai makhluk sosial dalam lingkungan sekolah.

Pendidikan karakter di sekolah secara sederhana bisa didefinisikan sebagai, “pemahaman, perawatan, dan pelaksanaan keutamaan (Practice of virtue). Olehnya itu, pendidikan karakter di sekolah mengacu pada proses penanaman nilai berupa pemahaman-pemahaman, tata cara merawat dan menghidupkan nilai-nilai itu, serta bagaimana seorang siswa memiliki kesempatan untuk dapat melatihkan nilai-nilai tersebut secara nyata dalam kehidupan sehari-hari.

Para insan pendidik seperti guru, orang tua, staf sekolah, dan masyarakat diharapkan perlu menyadari betapa pentingnya pendidikan karakter sebagai sarana pembentuk pedoman prilaku, pengayaan nilai individu dengan cara menjadi figur keteladanan bagi anak didik serta mampu menciptakan lingkungan yang kondusif bagi proses pertumbuhan berupa kenyamanan dan keamanan yang dapat membantu suasana pengembangan diri individu secara keseluruhan dari segi teknis, intelektual, psikologis, moral, sosial, estetis dan religius.

Pendidikan karakter tidak semata-mata bersifat individual, melainkan juga memiliki dimensi sosial struktural. Meskipun pada gilirannya kriteria penentu adalah nilai-nilai kebebasan individual yang bersifat personal. Pendidikan karakter yang berkaitan dengan dimensi sosial struktural, lebih melihat bagaimana menciptakan sebuah sistem sosial yang kondusif bagi pertumbuhan individu. Dalam konteks inilah, kita bisa meletakkan pendidikan moral dalam kerangka pendidikan karakter. Pendidikan moral itu sendiri merupakan pondasi bagi sebuah pendidikan karakter.

Pendidikan karakter, lebih mengutamakan pertumbuhan moral individu. Penanaman nilai-nilai dalam diri siswa dan pembaharuan tata kehidupan bersama yang lebih menghargai kebebasan individu merupakan dua wajah pendidikan karakter dalam lembaga pendidikan. Anak didik sebagai individu jika memiliki moral yang baik tentu akan melahirkan kepribadian yang luar biasa, sikap dan perilaku yang dilakoni dalam kehidupan sehari-hari, merupakan cermin dari kepribadian dirinya. Berikutnya tentulah akan memunculkan anak didik yang bermoral dan berbudaya diatas kebebasannya sebagai individu.

Terlepas dari apa yang diuraikan di atas, semua terpulang pada guru sebagai motivator dan penggerak di lapangan. Mampukah setiap guru menyematkan pendidikan karakter pada anak didik?

1) Artikel ini diikutsertakan dalam lomba penulisan artikel pendidikan dalam rangka memperingati Hari Pendidikan Nasional 2010.
2) Penulis adalah Pemerhati Pendidikan.

Sumber: Kendari News.Com

 

 

 

Kamis, 31 Desember 2015 07:31

Tujuh Kebahagian di Dunia

 

 

 

Ibnu Abbas ra. adalah salah seorang sahabat Nabi SAW yang sangat telaten dalam menjaga dan melayani Rasulullah SAW, dimana ia pernah secara khusus didoakan Rasulullah SAW, selain itu pada usia 9 tahun Ibnu Abbas telah hafal Al-Quran dan telah menjadi imam di masjid. Suatu hari ia ditanya oleh para tabi’in (generasi sesudah wafatnya Rasulullah SAW) mengenai apa yang dimaksud dengan kebahagiaan dunia. Jawab Ibnu Abbas ada 7 (tujuh) kunci kebahagiaan dunia, yaitu:

1. Qalbun syakirun (hati yang selalu bersyukur)
Memiliki jiwa syukur berarti selalu menerima apa adanya (qona’ah), sehingga tidak ada ambisi yang berlebihan, inilah nikmat bagi hati yang selalu bersyukur. Seorang yang pandai bersyukur sangatlah cerdas memahami sifat-sifat ALLAH SWT, sehingga apapun yang diberikan ALLAH, ia malah terpesona dengan pemberian dan keputusan ALLAH.

Bila sedang kesulitan maka ia segera ingat sabda Rasulullah SAW yaitu, “Kalau kita sedang sulit perhatikanlah orang yang lebih sulit dari kita”. Dan bila sedang diberi kemudahan, ia bersyukur dengan memperbanyak amal ibadahnya.

2. Al azwaju shalihah (pasangan hidup yang sholeh)
Pasangan hidup yang sholeh akan menciptakan suasana rumah dan keluarga yang sholeh pula. Di akhirat kelak seorang suami (sebagai imam keluarga) akan diminta pertanggungjawaban dalam mengajak istri dan anaknya kepada kesholehan. Berbahagialah menjadi seorang istri bila memiliki suami yang sholeh, yang pasti akan bekerja keras untuk mengajak istri dan anaknya menjadi muslim yang sholeh. Demikian pula seorang istri yang sholehah, akan memiliki kesabaran dan keikhlasan yang luar biasa dalam melayani suaminya, walau seberapa buruknya kelakuan suaminya.

3. Al auladun abrar (anak yang sholeh)
Saat Rasulullah SAW thawaf, beliau bertemu dengan seorang anak muda yang pundaknya lecet- lecet. Setelah selesai thawaf Rasulullah SAW bertanya kepada anak muda itu, “Kenapa pundakmu itu?” Jawab anak muda itu, “Ya Rasulullah, saya dari Yaman, saya mempunyai seorang ibu yang sudah udzur. Saya sangat mencintai dia dan saya tidak pernah melepaskan dia. Saya melepaskan ibu saya hanya ketika buang hajat, ketika sholat, atau ketika istirahat, selain itu sisanya saya selalu menggendongnya” Lalu anak muda itu bertanya, ” Ya Rasulullah, apakah aku sudah termasuk kedalam orang yang sudah berbakti kepada orang tua?”

Nabi SAW memeluk anak muda itu dan mengatakan, “Sungguh ALLAH ridho kepadamu, kamu anak yang sholeh, anak yang berbakti, tapi anakku ketahuilah, cinta orangtuamu tidak akan terbalaskan olehmu” Dari hadist tersebut kita mendapat gambaran bahwa amal ibadah kita ternyata tidak cukup untuk membalas cinta dan kebaikan orang tua, namun minimal kita bisa memulainya dengan menjadi anak yang sholeh, dimana doa anak yang sholeh kepada orang tuanya dijamin dikabulkan ALLAH.

4. Albiatu sholihah (lingkungan yang kondusif untuk iman kita)
Kita tentu boleh mengenal siapapun, tetapi untuk menjadikannya sebagai sahabat, haruslah orang- orang yang mempunyai nilai tambah terhadap keimanan kita. Sebagaimana Rasulullah yang menganjurkan kita untuk selalu bergaul dengan orang-orang yang sholeh yang akan selalu mengajak kepada kebaikan dan mengingatkan kita bila kita berbuat salah.

5. Al malul halal (harta yang halal)
Dalam riwayat Imam Muslim di dalam bab sadaqoh, Rasulullah SAW pernah bertemu dengan seorang sahabat yang berdoa mengangkat tangan. “Kamu berdo’a sudah bagus”, kata Nabi SAW, “Namun sayang makanan, minuman dan pakaian dan tempat tinggalnya didapat secara haram, bagaimana doanya dikabulkan?” Berbahagialah menjadi orang yang hartanya halal karena do’anya akan sangat mudah dikabulkan ALLAH. Harta yang halal juga akan menjauhkan setan dari hatinya, maka hati semakin bersih, suci dan kokoh, sehingga memberi ketenangan dalam hidupnya.

6. Tafakuh fi dien (semangat untuk memahami agama)
ALLAH menjanjikan nikmat bagi umat-NYA yang menuntut ilmu, semakin ia belajar semakin cinta ia kepada agamanya, semakin tinggi cintanya kepada Allah SWt dan Rasulnya.

7. Al-umruk mabruk (umur yang baroqah).

Umur yang barokah adalah umur yang selalu diisi dengan amal ibadah.  

 

 

 

Halaman 8 dari 28