alt

Anak adalah karunia Allah yang tak terhingga. Anugerah berupa anak tidak didapatkan oleh semua orangtua. Maka, kita yang mendapat kepercayaan tersebut haruslah bersyukur dan mendidik mereka dengan sebaik-baiknya. Untuk itu ada berepa prinsip pendidikan anak agar mereka menjadi buah hati, penyejuk mata.

  1. Jadilah teladan

Anak kita terlahir suci. Dia ibarat kertas putih yang belum tercoret. Kitalah yang bertugas mengisi kertas itu dengan coretan yang indah. Dengan menjadi teladan, anak kita akan dengan sangat mudah menerapkan nilai-nilai positif dalam kesehariannya. ‘Satu kali contoh adalah lebih baik daripada seribu kali nasehat’. Bila kita menginginkan anak kita sholeh maka kita harus mencontohkan orang yang sholeh. Bila kita ingin anak kita membuang sampah di tempat sampah, maka kita harus menjadi contoh pertama. Bila kita ingin anak kita berkata sopan, maka kitalah yang menjadi contoh utama dalam berkata sopan.

2. Gunakan bahasa positif

Bahasa positif akan memberikan efek positif. Sebaliknya bahasa negatif akan menjadikan anak kita bersikap negatif. Maka, ubahlah bahasa negatif menjadi bahasa positif. insyaAllah hasilnya akan jauh lebih berhasil.

Kalimat negatif

Kalimat positif

‘kamu memang sudah diatur!’

“Nak, tolonglah kamu taati ibu”

“Dasar anak malas!”

“Yang rajin ya, nak”

“Nilai kok segini?”

“Ndak pa-pa. kalau  belajar lagi, kamu pasti bisa!”

“Maumu apa, ha?”

“Kalau menurutmu sebaiknya gimana?”

“Ayo cepat belajar!”

“Ayo, sini. Belajar sama mama”

3. Dengarkan dia

Anak mempunyai kemampuan berfikir dan berencana sendiri. Berikan dia waktu untuk menentukan pilihannya dan berikan kepercayaan sepenuhnya, dengan tetap dipantau perkembangannya. Dengarkan apa yang menjadi kehendaknya. Bisa jadi, dia mempunyai rencana-rencana hebat dalam hidupnya. Bukan sikap bijaksana bila memotong pembicaran anak atau meremehkan pendapat anak. Bila anak kita beri keprcayaan, dia akan menjaga kepercayaan kita. Sebaliknya bila sering mengatakan ‘ mama nggak percaya sama kamu’ maka dia akan down dan tidak percaya diri.

4. sabar dan tahan emosi dengan menggunakan nada rendah ketika berbicara

Anak yang cerdas sering berbuat ulah. Rasa ingin tahunya sangat tinggi. Dia sering melakukan hal yang tak terduga atau hal yang aneh. Itulah tanda-tanda bahwa dia anak yang kreatif. Jangan mudah melarang anak. Biarkan dia naik pohon, biarkan dia memegang gunting atau berlarian. Yang penting pengawasan dan penjagaan orangtua. Anak akan belajar dari kesalahannya. Anak yang sering dilarang akan menjadi anak pemalu dan penakut. Dia akan terhambat dalam berkerasi dan berfikir kreatif.

Gunakan nada rendah ketika berbicara dengan anak karena hal ini akan memudahkan kita mengontrol emosi. Jangan terpancing dengan emosi anak.

5. berkomunikasi dengan guru di sekolah

Guru adalah orangtua kedua selama dia bersekolah. Anak akan cenderung lebih mentaati gurunya daripada orangtuanya. Sehingga, manfaatkan hal ini untuk bekerjasama dengan guru dalam memberi nasehat atau hal yang perlu dia lakukan di rumah.

Demikian beberapa prinsip pendidikan anak. Semoga kita menjadi orangtua yang sabar dan penuh cinta kepada anak-anak kita sehingga meraka tumbuh menjadi generasi Islam yang tangguh. Amin.

*Penulis adalah Kepala Sekolah SMA ABBS Surakarta