Akhir-akhir ini mulai banyak penawaran tentang konsep pendidikan kecerdasan majemuk. Sayangnya, kecerdasan majemuk yang digemborkan oleh banyak lembaga sering kali tidak sama dengan konsep awal yang ditelurkan oleh Howard Gardner. Kiranya ini yang tersimpulkan oleh seorang pakar pendidikan yang juga menggemborkan konsep ini di Indonesia yaitu Munif Chatib.

Howard Gardner mencetuskan ide ini pada tahun 1983 di Amerika. Dia merupakan seorang psikolog dan bukan praktisi pendidikan. Dalam bukunya Frame of Mind, dijelaskan tentang konsep delapan kecerdasan atau yang lebih dikenal dengan istilah Multiple Intellegences. Ini mengganti pemahaman kita selama bertahun-tahun sejak perang dunia kedua yang mengatakan bahwa kecerdasan akan terukur oleh IQ dimana ternyata itu sarat dengan kepentingan para pejabat kala itu.

Kemudian baru mulai gencar di Indonesia sekitar tahun 2000an oleh seorang lulusan hukum, Munif Chatib. Dia mengawali dari menyulap sebuah sekolah yang hampir tutup menjadi warna baru pendidikan yang tidak lagi mengkotak-kotakkan bakat siswa. Tes masuk sekolah ini pun unik, tidak ada peringkat, yang ada kuota. Semua anak diterima asal masih ada kuota. Kemudian anak ini dites gaya belajarnya, dan guru lah yang merancang pembelajaran menyesuaikan keadaan siswa sehingga semua siswa diharapkan dapat menjalani proses pendidikan dengan sebenar-benarnya pendidikan.

Kesuksesan ini segera merembet dan terdengar ke banyak tempat. Namun Munif Chatib sendiri menyayangkan banyaknya orang hanya latah namun tidak mendalami makna multiple intellegence itu sendiri. Alih-alih ingin memperbaiki pendidikan, banyak sekolah justru semakin tidak memanusiakan siswanya. 

Dalam hal ini, kami dari SMA ABBS sudah mengadopsi konsep ini juga. Dan kami berupaya untuk mendekati idealnya dengan memberikan tes gaya belajar siswa agar kemudian guru pun memahami tentang siswa. Dan di sekolah ini pun kami kembangkan semua bakat dan minat siswa sehingga prestasi nyata yang kami dapatkan tidak hanya akademik namun juga non akademik. Silakan datang ke sekolah kami untuk melihat prosesnya sekolah manusia dan guru manusia.