Meskipun hanya tiga hari, namun ujian nasional menguras tenaga yang sangat besar. Persiapan sebelum pelaksanaannya sungguh menguras energi fisik dan pikiran siswa, guru, bahkan wali murid. Oleh karena itulah penyegaran kembali untuk mengembalikan kebugaran kondisi jasmani dan rohani mutlak diperlukan. Berbeda dari tahun sebelumnya yang hanya mengunjungi tempat wisata, refreshing periode tahun ini lebih memacu andrenalin. Sekitar sembilan puluhan peserta yang terdiri dari siswa kelas VI, guru, bahkan walimurid SDII Al Abidin Surakarta mengikuti kegiatan arung jeram di kali Elo Mungkid Magelang, kamis (24/5).

 

Perjalanan tiga jam dari Solo menuju Magelang terbayar oleh indahnya pemandangan di kaki Gunung Merapi. Setelah tiba di lokasi, ternyata peserta harus menempuh perjalanan  kembali menggunakan mobil kecil yang sekaligus digunakan untuk membawa perahu karet yang diletakkan d ia ats mobil.

Sebelum arung jeram dimulai, peserta diberi arahan oleh instruktur. Setelah berdoa yang dipimpin Mr Sholah, tiap kelompok yang terdiri dari 6 orang mulai naik perahu karet. Perasaan penasaran, deg-degan sekaligus gembira bersatu ketika perahu mulai berangkat. Sekitar 300m dari garis start jeram pertama dilalui. Arus deras di sungai berbatu menambah sensasi olahraga yang menantang ini. Jerit anak bercampur dengan suara takbir berlomba dengan derasnya arus sungai. Pemandu arung jeram tampknya lihai menetralkan suasana. Dengan gaya tak berdosa mereka seolah-olah member contoh cara mendayung. Tapi sengaja dikeraskan sehingga airnya memuncrat ke peserta. Demikian juga ketika bertemu dengan perahu lain. Jadilah arung jeram bercampur ciprat-cipratan air,saling membasahi.

Semakin lama, jeram semakin banyak dan curam. Beberapa perahu terlihat tersangkut di bebatuan, yang membuat adrelin bergejolak. Setiap ada perahu yang tersangkut pemandu menyemprit peluit untuk memberi tahu perahu lain agar berhenti untuk menunggu. Tampak dua orang fotografer mengambil gambar di posisi strategis.

Separuh perjalanan telah usia. Peserta beristirahat di tepi sungai. Di sana telah menunggu air kelapa muda dan jajanan yang menggugah selera. Hmm… disaat perut lapar dan tenaga yang sudah terkuras untuk mendayung, segarnya air kelapa yang dinikmati  di pinggir sungai jadi benar-benar nikmat. Canda riang anak-anak, guru dan orangtua berbaur.

Perjalanan dilanjutkan kembali setelah berfoto bersama. Di paruh kedua ini, arus semakin deras dan panjang. Beberapa rintangan berupa bamboo yang berjuntai ke sungai menambah sensasi olahraga ini karena peserta harus merunduk sampai posisi sama dengan perahu agar tidak tersangkut batang bambu.

Tibalah peserta di penyempitan sungai. Sungai yang semula berlebar sekitar tigaratusan meter, menyepit menjadi hanya sekitar 100 m, dan tenang. Pemandu mempersilakan peserta menceburkan diri di sungai. Wah..langsung anak-anak menceburkan diri di sungai yang tenang namun dalam itu. Sesuai dengan arahan isntruktur di awal acara, hanya dengan diam tubuh tidak tenggelam dan akan terus mengikuti arus sungai. Mengambang di sungai… tengkurap dan telentang menikmati pemandangan di dalam air, sungguh menjadi pengalaman tak terlupakan.

Setelah sekitar tiga jam berjuang di derasnya sungai, tibalah akhirnya peserta di garis finish. Namun, namanya anak-anak, mereka tampak belum puas dan minta dilanjutkan. Tangan baru terasa pegal setelah naik ke daratan. Pesertapun diangkut kembali oleh team pemandu menuju lokasi bis.

Wajah-wajah puas terlihat di anak-anak, guru dan orangtua. Makan siang ditempat yang nyaman diiringi musik lembut siap menyambut peserta yang kelelahan dan kelaparan.

Acara diakhiri dengan tukar kado dan performance perwakilan kelas. Alhamdulillah…rihlah yang menyenangkan dan berbeda.