alt

Pada hari Sabtu, 15 Juni 2013 ABBS kedatangan tamu spesial yaitu kakak-kakak pelajar Indonesia yang tergabung dalam organisasi PINTU (Pelajar Indonesia NTU) yang menimba ilmu di Nanyang Technological University, Singapore atau yang lebih dikenal sebagai NTU.

Mereka adalah Kak Farhan Nur Kholid, Kak Luthfi Nur Afifah dan Kak Jadug Norach Agna Parusa. Mereka tiba di ABBS pada pukul 08.00 pagi, dan disambut oleh Ketua Yayasan Al Abidin, Bpk. Drs.Sunarno, M.Pd,  Kepala Sekolah SMA ABBS, Ms. Farida Nur Aini beserta guru-guru ABBS.

Kak Farhan, Kak Jadug dan Kak Ifa membagi pengalaman mereka seputar kehidupan mereka di Singapura sebagai pelajar. Kak Farhan yang masih duduk di semeter 4 jurusan Fisika Terapan, mengatakan bahwa untuk bisa berkuliah di NTU, harus melalui ujian masuk yang ketat dan perlunya persiapan dalam menghadapi ujian masuk tersebut, terutama Matematika dan Bahasa Inggris.

Sementara Kak Jadug yang mengambil jurusan Teknik Elektronika menyampakan bahwa meskipun jumlah pelajar Indonesia yang beragama Islam di NTU tidak begitu banyak (dari sekitar 400 mahasiswa/i Indonesia hanya 40-an orang yang beragama Islam), mereka tetap menjalin ukhuwah dan membentuk organisasi keislaman. Melalui organisasi ini, para pelajar Indonesia di NTU mengadakan pengajian rutin setiap bulannya. Subhanallah.

Kak Ifa yang merupakan salah satu pejabat di PINTU, menyampaiakn bahwa ketika ia masih duduk di bangku SMA, selain mendapatkan bimbingan dari guru-guru di sekolahnya, ia berlatih dan belajar secara mandiri untuk mepersiapkan dirinya mendapatkan beasiswa untuk melanjutkan pendidikan di Perguruan Tinggi.

Dari apa yang disampaikan oleh mereka terlihat bahwa kunci sukses dalam meraih cita-cita adalah dengan belajar giat, berlatih terus-menerus, dan tentunya dengan ibadah dan berdoa pada Allah swt. Pencapain mereka sejauh ini tidak mudah, dan mereka merupakan contoh generasi muda Islam yang berjuang keras guna menggapai mimpi dan meraih cita-cita.

Semoga para siswa/i di ABBS dapat mencontoh kakak-kakak dari NTU, sehingga bukan hal yang tidak mungkin untuk mereka bisa mendapatkan beasiswa dan melanjutkan pendidikan mereka ke luar negeri. Amin.alt