Inilah tiga tabi’at waktu yang mesti diperhatikan seorang muslim. Karena muslim yang baik adalah yang dapat memanfaatkan waktunya untuk memperbanyak amal kebaikan. Lalu bagaimana cara memanfaatkan waktu? Setidaknya ada tiga hal dapat dilakukan.

Pertama, melakukan hal yang bermanfaat dan meninggalkan yang tidak bermanfaat. Rasulullah saw bersabda: “Di antara tanda baiknya keislaman seseorang adalah meninggalkan apa-apa yang tidak bermanfaat baginya.”Maksud “manfaat” di sini mencakup kebaikan dunia dan akhirat.

Kedua, memanfaatkan waktu luang. Rasulullah saw. bersabda: “Dua kenikmatan yang kebanyakan manusia tertipu olehnya, yaitu nikmat sehat dan waktu luang.” Karena manusia jika tidak sibuk dengan kebaikan, maka ia akan sibuk dengan kemaksiatan. Sering seseorang merasa bingung memanfaatkan waktu luang, lalu setan membisikkan kepadanya untuk berbuat sesuatu yang tidak ada manfaatnya bahkan kemaksiatan. Padahal mereka juga sering mengeluh karena kesibukan yang mereka jalani dan tidak punya banyak waktu untuk beribadah.

Ketiga, memanfaatkan waktu untuk menjalankan kewajiban dan memenuhi hak dengan seimbang.

Rasulullah saw. pernah menasehati seorang sahabatnya yang gemar puasa sepanjang hari dan qiyamul lail sepanjang malam. Beliau bersabda: “Jangan begitu, puasalah dan berbukalah sholatlah dan tidurlah. Sesungguhnya badanmu memiliki hak atasmu, matamu memiliki hak atasmu, istrimu memiliki hak atasmu, dan tetanggamu memiliki hak atasmu.”

Dengan mengetahui tabi’at waktu dan memahami cara memanfaatkannya seorang muslim diharapkan dapat memaksimalkan umurnya untuk mendekatkan diri kepada Allah. Dia harus waspada agar jangan sampai terkena tipu daya setan yang menjadikan usianya berlalu dengan sia-sia.

Wallahu a’lam bish shawab.

Turaihan, S.Pd.I